
Meski memiliki basis pengguna yang besar dan pertumbuhan pesat, tantangan tetap ada. Saat ini jumlah startup AI di Indonesia baru sekitar 45+, dengan kontribusi hanya 4% dari total pendanaan startup AI di kawasan ASEAN-10.
Sebagai perbandingan, Singapura memiliki lebih dari 495 startup AI, sementara Malaysia sekitar 60+ startup. Angka tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang besar bagi ekosistem AI di Tanah Air untuk tumbuh.
Butuh Kolaborasi Strategis
Veronica menegaskan bahwa AI bukan sekadar tren teknologi sementara, melainkan transformasi besar yang memengaruhi cara bisnis dan ekonomi beroperasi.
“Urgensinya bagi Indonesia jelas — kita perlu secara strategis mengubah antusiasme pengguna menjadi inovasi dalam negeri. Hal ini membutuhkan kolaborasi antara investor, pembuat kebijakan, dan pelaku bisnis,” katanya.
Upaya tersebut mencakup pembangunan infrastruktur digital yang kuat, pengembangan talenta AI lokal, integrasi teknologi cerdas di berbagai sektor, serta penerapan tata kelola AI yang transparan untuk memperkuat kepercayaan publik.
Menuju Kepemimpinan AI di Asia Tenggara
Laporan e-Conomy SEA 2025 menegaskan bahwa dengan kombinasi antara basis pengguna besar, pertumbuhan komersial tercepat, dan potensi sumber daya manusia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan AI terdepan di Asia Tenggara.
“Indonesia berada pada posisi yang sangat kuat untuk mengamankan kepemimpinannya di masa depan Asia Tenggara yang digerakkan oleh AI,” tutup Veronica.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















