
Indonesia termasuk negara endemis penyakit jantung reumatik. Angka kematiannya mencapai 4,8 per 100.000 penduduk, lebih tinggi dibanding penyakit malaria yang sebesar 3 per 100.000 penduduk.
Berdasarkan data UKK Kardiologi IDAI tahun 2018, hanya 6 dari 10 anak yang mampu bertahan hidup delapan tahun setelah terdiagnosis. Sementara itu, 4 dari 10 anak lainnya mengalami kerusakan katup jantung progresif.
“Tantangan utama penanganannya cukup kompleks, mulai dari deteksi dini yang rendah, ketidakpatuhan minum obat, hingga keterbatasan stok Benzatin Penisilin G (BPG),” jelas Rizky.
BPG merupakan antibiotik suntik yang diberikan setiap 3–4 minggu untuk mencegah kekambuhan demam rematik dan memperburuk kerusakan jantung. Sayangnya, ketersediaan obat ini di rumah sakit daerah masih sering terbatas.
Pencegahan Jadi Kunci Utama
Menurut Rizky, pencegahan primer adalah langkah paling efektif untuk menurunkan risiko penyakit jantung reumatik pada anak. Langkah-langkahnya meliputi:
- Mengobati infeksi tenggorokan akibat bakteri SGA hingga tuntas dengan antibiotik selama 10–14 hari
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, termasuk rajin mencuci tangan, tidak berbagi alat makan, serta menutup mulut saat batuk atau bersin
- Memastikan ventilasi rumah dan sekolah tetap baik
Sementara itu, pencegahan sekunder penting bagi anak yang pernah mengalami demam rematik.
“Anak perlu mendapat suntikan BPG secara rutin minimal lima tahun atau hingga usia 21 tahun, tergantung tingkat keparahan kerusakan katup,” terang Rizky.
Orang tua juga diimbau menjaga kebersihan alat makan anak, melarang anak bertukar sendok atau botol minum, serta memberikan waktu istirahat yang cukup jika anak mengalami sakit tenggorokan.
Radang tenggorokan tidak boleh diremehkan. Dengan pengobatan yang cepat dan pencegahan yang tepat, risiko anak menderita penyakit jantung reumatik dapat ditekan secara signifikan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















