Cara Membuat Gorengan yang Lebih Sehat, Tetap Renyah Tanpa Banyak Risiko

BOGORTODAY.COM Gorengan merupakan salah satu makanan paling populer di Indonesia. Dari bakwan, tempe, pisang goreng, hingga tahu isi, camilan renyah ini hadir di hampir setiap sudut kota. Harganya murah, mudah ditemukan, dan rasanya cocok di lidah banyak orang.

Namun di balik kelezatannya, gorengan juga sering kali disajikan dengan cara yang kurang menyehatkan.

Penggunaan minyak yang tidak tepat, teknik penggorengan yang salah, hingga jenis tepung yang dipakai bisa menambah risiko kesehatan, terutama terkait penyakit kardiovaskular.

Lalu, apakah mungkin membuat gorengan jadi lebih sehat? Jawabannya bisa. Simak panduan lengkapnya berikut ini.

Mengapa Gorengan Perlu Diwaspadai?

Sebagai negara penghasil kelapa sawit, Indonesia punya akses luas ke minyak goreng. Minyak inilah yang membuat gorengan begitu renyah dan gurih. Tak heran jika masyarakat Indonesia sangat akrab dengan makanan ini.

“Rasa gurih dan tekstur gorengan yang renyah memang cocok untuk lidah orang Indonesia. Selain itu, gorengan mudah didapat dengan harga yang relatif terjangkau,” ujar Karina Rahmadia Ekawidyani, pengajar Departemen Gizi Masyarakat IPB University.

Meski demikian, konsumsi gorengan berlebihan dapat berisiko. Kandungan lemak jenuh dan minyak terserap membuat gorengan tinggi kalori, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko:

  • Penyakit jantung
  • Kolesterol tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Kenaikan berat badan
BACA JUGA :  Ingin Berat Badan Turun? Coba Terapkan 5 Kebiasaan Pagi Ini Secara Rutin

Agar tetap bisa menikmati gorengan tanpa rasa was-was, berikut beberapa cara membuatnya lebih sehat.

Cara Membuat Gorengan yang Lebih Sehat

  1. Pilih Minyak yang Lebih Sehat

Karina menyarankan mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak yang lebih sehat, seperti:

  • Minyak kelapa
  • Minyak zaitun

Minyak kelapa sawit mengandung sekitar 50% lemak jenuh, yang dikenal sebagai pemicu berbagai masalah kesehatan bila dikonsumsi berlebihan.

  1. Hindari Teknik Deep Frying

Deep frying membuat makanan kehilangan banyak air dan menyerap banyak minyak, sehingga kalorinya meningkat drastis.

Kebiasaan memasak dengan teknik ini dapat meningkatkan risiko:

  • Penyakit jantung
  • Kolesterol
  • Hipertensi

Sebisa mungkin gunakan teknik menggoreng dangkal (shallow frying) atau metode lain yang lebih minim minyak.

  1. Gunakan Air Fryer

Teknologi air fryer dapat menjadi penyelamat bagi pencinta gorengan.

Keunggulannya:

  • Menggunakan sedikit atau tanpa minyak
  • Mengurangi kandungan lemak dan kalori
  • Meminimalkan pembentukan akrilamida, senyawa berbahaya yang muncul pada minyak panas bersuhu tinggi
BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Hasilnya tetap renyah tanpa harus bermandikan minyak.

  1. Gunakan Tepung Non-Gluten

Karina merekomendasikan menggunakan tepung:

  • Tepung beras
  • Tepung jagung

Tepung non-gluten dapat menghasilkan gorengan yang lebih ringan dan cenderung menyerap minyak lebih sedikit. Sesuaikan jumlah air untuk mendapatkan kekentalan adonan yang tepat.

  1. Potong Sayuran Kecil-Kecil

Untuk gorengan berbahan sayur seperti bakwan, potong sayuran dalam ukuran kecil.

Manfaatnya:

  • Lebih cepat matang
  • Tidak perlu digoreng terlalu lama
  • Mengurangi penyerapan minyak

Selain itu, pastikan suhu minyak berada pada 175–190°C agar gorengan tidak terlalu banyak menyerap minyak.

  1. Tambahkan Soda Kue pada Adonan

Soda kue membantu menghasilkan gelembung gas pada adonan, menciptakan tekstur lebih renyah dan mengurangi minyak yang masuk ke dalam gorengan.

Ini trik sederhana tapi efektif untuk menghasilkan gorengan yang lebih sehat.

Menikmati gorengan tidaklah dilarang, tetapi perlu disiasati agar lebih aman bagi kesehatan. Dengan memilih minyak yang tepat, teknik memasak yang benar, dan bahan yang lebih sehat, kamu tetap bisa menikmati renyahnya gorengan tanpa khawatir berlebihan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================