Tekan Pengangguran, Karang Taruna Kabupaten Bogor Bentuk Program Ekonomi Produktif

Karang Taruna Kabupaten Bogor
Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor Heri Gunawan. Foto : Ist.

BOGORTODAY.COM Karang Taruna Kabupaten Bogor membentuk program Usaha Ekonomi Produktif untuk membantu pemerintah daerah menekan angka pengangguran. Program ini ditujukan membangun kemandirian pemuda dalam membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor Heri Gunawan mengatakan, program tersebut menjawab tantangan pengangguran sekaligus membuka peluang usaha baru di kalangan pemuda.

“Tentunya, ini selaras dalam menjawab tantangan persoalan pengangguran dan membuka peluang usaha baru di kalangan pemuda dan membangun kemandirian berorganisasi,” katanya, Jumat (14/11/2025).

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

Menurut Heri, program ini juga memberikan stimulus kepada kader Karang Taruna yang tersebar hingga tingkat desa untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan.

“Program ini stimulus agar usaha teman-teman pengurus Karang Taruna di kabupaten hingga kecamatan dan desa yang sudah berjalan bisa berkembang. Sehingga, bisa merekrut masyarakat sekitar untuk menekan angka pengangguran,” ujarnya.

Program Usaha Ekonomi Produktif, lanjut Heri, menjadi batu loncatan bagi pemuda yang telah disiapkan dengan kemampuan mengelola ekonomi secara mandiri sehingga berdampak bagi masyarakat luas.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

“Salah satunya program UEP ini, kami menyiapkan pemuda yang bisa memimpin, yang bisa mengelola ekonomi secara mandiri, dan tentunya pemuda yang berdampak bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Heri berharap program ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam menggali potensi pemuda di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami akan terus bersedia jika pemerintah memerintahkan kita untuk mengembangkan pemuda, sebab kepengurusan kita ada di setiap kecamatan, desa hingga RT dan RW. Dengan berkolaborasi, bonus demografi adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================