
Dinkes juga tengah melakukan penyelidikan epidemiologi melalui wawancara dengan pihak SPPG dan kasus yang muncul, pengambilan sampel makanan, serta spesimen pasien. Koordinasi dengan pihak sekolah dilakukan agar segera melaporkan jika ada kasus tambahan.
“Selain itu, konsumsi makanan yang telah didistribusikan namun belum dimakan, kami perintahkan untuk dihentikan sementara,” tambah Retno.
Distribusi makanan SPPG Batutulis 08 pada hari ini mencapai 3.992 porsi yang dikirim ke 17 sekolah dalam tiga kloter. Menu hari ini meliputi nasi, ayam bakar, tumis jagung wortel, susu kotak, dan keripik tempe. Gejala pertama muncul sekitar 10 hingga 30 menit setelah dikonsumsi.
Para siswa mengalami gejala mual, muntah, diare, BAB berdarah dan berlendir, demam, pusing, menggigil, berkeringat, serta nyeri perut.
Retno menegaskan, Pemkot Bogor melalui Dinkes terus melakukan langkah preventif, tindak lanjut, serta pemantauan agar peristiwa serupa tidak terulang.*
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















