Perusahaan AS Kembangkan ‘Capture Bag’, Kantong Raksasa untuk Menangkap Asteroid dan Sampah Antariksa

BOGORTODAY.COM – Sebuah perusahaan teknologi antariksa asal California, Amerika Serikat, tengah mengembangkan perangkat futuristik yang dapat mengubah masa depan eksplorasi luar angkasa: Capture Bag, kantong tiup raksasa yang dirancang untuk menangkap asteroid hingga membersihkan sampah antariksa.

Teknologi ini menjadi langkah penting dalam ambisi mereka melakukan penambangan asteroid, sebuah bidang yang digadang-gadang sebagai industri bernilai triliunan dolar.

Perangkat ini dibuat oleh TransAstra, perusahaan yang fokus pada teknologi penangkapan dan pengolahan sumber daya di angkasa. Capture Bag dirancang dalam berbagai ukuran, mulai dari kantong mikro seukuran cangkir kopi hingga versi super jumbo yang bisa menelan bongkahan asteroid sebesar rumah.

Empat Tantangan Besar Penambangan Asteroid

Pendiri TransAstra, Joel Sercel, menyebut penambangan asteroid sebagai pekerjaan berisiko tinggi dan sangat menantang.

“Untuk bisa menambang asteroid, ada empat masalah besar: menemukan objeknya, menangkapnya, memindahkannya ke lokasi aman, lalu memproses mineralnya,” kata Sercel, dilansir CNN, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, TransAstra kini telah memiliki solusi teknologi untuk keempat tahapan tersebut, didukung oleh sekitar 21 paten yang berkaitan dengan eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya antariksa.

Berbekal pendanaan dari NASA dan sejumlah investor swasta, perusahaan itu kini bersiap membuat versi Capture Bag yang lebih besar dan lebih fungsional.

BACA JUGA :  SPMB dalam Perspektif Tata Kelola dan Esensi Pendidikan

Investasi Besar, Ambisi Lebih Besar

Hingga saat ini, TransAstra telah mengantongi pendanaan sekitar US$12 juta (Rp200 miliar) dari investor, serta US$15 juta (Rp250 miliar) dari berbagai kontrak dan hibah, termasuk dari NASA dan US Space Force.

Dengan modal itu, TransAstra menargetkan misi penangkapan asteroid pertama pada 2028.

“Kami tahu di mana mencari asteroid yang layak ditambang, terutama yang orbitnya mirip dengan orbit Bumi. Mereka melintas perlahan, berjarak hanya beberapa miliar kilometer,” jelas Sercel.

Kelompok asteroid yang disebut near-Earth slow movers inilah yang dianggap paling ideal untuk misi penambangan.

Bagaimana Capture Bag Bekerja?

Capture Bag dibuat dari material antariksa yang sangat kuat seperti kevlar dan aluminium. Kantong ini kedap udara dan dipasang pada wahana yang akan mendekati target.

Cara kerjanya:

  1. Perangkat dilepaskan dan mengembang di dekat objek.
  2. Kantong kemudian membungkus asteroid hingga tertutup rapat.
  3. Setelah itu, asteroid dapat dipindahkan ke orbit aman untuk proses ekstraksi mineral.

Capture Bag tersedia dalam enam ukuran:

  • Mikro: cukup kecil untuk dimasukkan ke cangkir kopi, mampu menangkap serpihan seukuran semangka.
  • Super jumbo: dirancang untuk menangkap asteroid berbobot hingga 10.000 ton—setara bangunan kecil.
BACA JUGA :  Benarkah Minum Air Putih Dapat Mengurangi Risiko Kecemasan? Ini Penjelasannya

Uji Coba Sudah Dimulai

Pada Oktober lalu, TransAstra telah melakukan uji awal Capture Bag di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Meski belum digunakan untuk menangkap objek sungguhan, uji coba tersebut menunjukkan bahwa perangkat dapat dikembangkan hanya dalam waktu tujuh bulan dari sketsa ke pengiriman.

Saat ini perusahaan sedang merancang versi berdiameter 10 meter dengan biaya US$5 juta (Rp83,6 miliar), dengan separuh pendanaan berasal dari NASA. Tahap desain diperkirakan rampung dalam setahun sebelum diuji di luar angkasa.

Tahap Awal: Menangani Sampah Antariksa

Sebelum menjajal asteroid, Capture Bag besar ini akan digunakan untuk misi yang tak kalah penting: menangkap satelit-satelit tua dan sampah antariksa yang menumpuk di orbit kuburan.

“Ini cara mengurangi risiko sebelum menjalankan misi penambangan asteroid,” ujar Sercel.

Kantong berdiameter 10 meter itu cukup besar untuk menangkap satelit usang sekaligus mampu mengambil asteroid seberat sekitar 100 ton.

Teknologi Capture Bag membuka jalan menuju era baru eksplorasi luar angkasa—di mana sampah dapat dibersihkan, asteroid bisa ditangkap, dan sumber daya kosmik mungkin suatu hari menjadi komoditas utama ekonomi antariksa.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================