
Para peserta yang dikirim akan mendapatkan pelatihan kemampuan sesuai bidang pekerjaan, termasuk pelatihan bahasa asing sesuai negara tujuan. Hingga akhir 2025, sekitar 500 orang telah dipersiapkan untuk diberangkatkan melalui program ini.
Ia menyoroti tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK sebagai salah satu pendorong utama lahirnya program tersebut.
“Sampai detik ini, yang kami catat, tidak kurang dari 1,5 juta lulusan SMK belum mendapatkan pekerjaan, dengan berbagai latar belakang dan skill,” ungkapnya.
Program SMK Go Global disebut sebagai program prioritas pemerintah dan merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, dengan target pengiriman 500 ribu peserta sepanjang tahun 2026.
“Program ini menjadi program prioritas jangka pendek dengan Quick Win, capaian cepat di tahun 2026,” ujarnya.
Kelas Migran Disiapkan Sejak SMA/SMK
Untuk memastikan kesiapan lulusan, pemerintah menginstruksikan sekolah SMA dan SMK membuka kelas migran, yang memfokuskan siswa pada pembelajaran bahasa asing dan kompetensi kerja sesuai negara tujuan.
“Kelas-kelas migran ini disiapkan sejak semester 1. Siswa kelas 1 sudah mulai dipersiapkan dengan memadai,” kata Cak Imin.
Turunkan Pengangguran dan Tingkatkan Skill Global
Program SMK Go Global memiliki dua tujuan utama: menekan angka pengangguran dalam negeri dan mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar memiliki kompetensi yang diakui secara global.
“Program cepat ini diharapkan membuat lulusan SMK yang menganggur bisa segera diatasi, dan ke depan menjadi sistem yang berlanjut dan terencana dengan baik,” tutupnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















