BOGORTODAY.COM – Tidak mengonsumsi alkohol bukan berarti Anda aman dari penyakit hati berlemak. Faktanya, nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering ditemukan, terutama pada orang dengan berat badan berlebih, obesitas, atau resistensi insulin.
Penyakit hati berlemak terjadi ketika lemak menumpuk di organ hati, membuat fungsi hati terganggu. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan hati, sirosis, hingga berpotensi menjadi kanker hati.
Menurut Mayo Clinic, NAFLD banyak dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup. Karena itu, penting mengetahui makanan apa saja yang bisa memicu penumpukan lemak di hati.
Berikut daftar makanan yang sebaiknya dibatasi untuk mencegah penyakit hati berlemak.
- Junk Food
Makanan cepat saji memang praktis, tetapi sering kali tinggi gula, garam, dan lemak jenuh. Kombinasi ini membuat tubuh lebih mudah menimbun lemak, termasuk di organ hati.
Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi fast food lebih dari 20% dari total asupan hariannya memiliki risiko lebih tinggi mengalami penumpukan lemak berlebih di hati.
Contohnya:
- ayam goreng cepat saji
- burger
- kentang goreng
- pizza
- Pangan Ultraproses
Makanan ultraproses telah melalui banyak tahapan pengolahan dan biasanya mengandung berbagai bahan tambahan pangan seperti:
- pengawet
- pewarna
- perasa buatan
- gula tambahan
- lemak trans
Karena kandungannya telah jauh berbeda dari bentuk alami, makanan ini sering kali tinggi kalori, rendah nutrisi, dan dapat memicu inflamasi serta penyimpanan lemak berlebih di hati.
Contoh pangan ultraproses:
- mie instan
- makanan beku siap saji
- biskuit dan wafer
- sereal manis
- camilan dalam kemasan
- Makanan dengan Pemanis Tambahan
Banyak orang tidak sadar telah mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan, terutama dari makanan dan minuman manis. Kelebihan gula membuat hati bekerja keras memproses fruktosa menjadi lemak, yang kemudian menumpuk di organ tersebut.
Gula tambahan sering muncul dengan berbagai nama seperti:
- high fructose corn syrup (HFCS)
- brown sugar
- madu
- sirup maple
- fruktosa
- sukrosa
- molase
Makanan pemicu NAFLD dari kelompok ini termasuk:
- minuman bersoda
- jus kemasan
- minuman boba
- kue, roti manis, dan pastry
- saus dan dressing instan
- Pangan dengan Pemanis Buatan
Meski rendah atau tanpa kalori, beberapa pemanis buatan juga perlu dibatasi. Beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan efek jangka panjang terhadap kesehatan hati dan mikrobiota usus.
Pada 2023, WHO bahkan tidak merekomendasikan pemanis buatan sebagai strategi menurunkan berat badan.
Jenis pemanis buatan yang perlu diwaspadai:
- aspartame
- sucralose
- saccharin
- neotame
- advantame
Pangan yang sering mengandung pemanis buatan:
- minuman diet
- permen bebas gula
- yogurt rendah kalori
- makanan bertanda “sugar free”
- Daging Merah dan Daging Olahan
Daging merah dan produk olahannya memiliki lemak jenuh tinggi, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol, risiko kardiovaskular, serta penumpukan lemak di hati.
Jenis daging merah & olahannya:
- daging sapi
- daging domba
- daging babi
- jeroan
- sosis
- bacon
Selain berisiko untuk penyakit hati berlemak, konsumsi berlebihan kelompok ini juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker, terutama kanker usus besar.
Penyakit hati berlemak tidak selalu berkaitan dengan alkohol. Pola makan yang buruk, terutama konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan tinggi proses, dapat meningkatkan risiko NAFLD.
Untuk menjaga kesehatan hati:
- perbanyak konsumsi buah dan sayur
- pilih sumber protein rendah lemak (ikan, ayam tanpa kulit, tahu/tempe)
- konsumsi biji-bijian utuh
- batasi makanan proses tinggi
- jaga berat badan ideal
Dengan mengetahui makanan pemicu penyakit hati berlemak, Anda bisa mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat dan mencegah kerusakan hati sejak dini.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















