Kolaborasi 3 Penerbit Didorong untuk Bangun Ekosistem Inovasi Literasi Pertanian Nasional

Literasi Pertanian
Ketiga Narasumber dari Forum Komunikasi Perpustakaan dan Literasi Pertanian (FKP) 2025, Muhammad Ansyari Tantawi Nasution (Perpustakaan Press), Sony Heru Kusuma (BRIN Press), Epik Finilih (Lembaga Sertifikasi Penerbitan). Foto: Bogortoday.com/Aditya)

BOGORTODAY.COM – Penerbitan pertanian kini didorong menjadi motor utama dalam mempercepat inovasi dan pengelolaan pengetahuan sektor pertanian nasional. Pesan ini mengemuka kuat dalam Forum Komunikasi Perpustakaan dan Literasi Pertanian (FKP) 2025 yang digelar Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) pada 19–20 November 2025 di Auditorium Utama Ir. Sadikin Sumintawikarta, Kota Bogor.

FKP 2025 tidak hanya menjadi ajang bertemunya para pegiat literasi, melainkan juga momentum mempertegas peran penerbitan sebagai pilar penghimpun pengetahuan dan penggerak inovasi. Hal ini mengemuka pada diskusi paralel bertema “Penerbitan Pertanian: Pilar Penghimpunan Pengetahuan dan Pengembangan Inovasi Penerbitan.”

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Sesi diskusi yang berlangsung di Ruang Cinema BRMP Sumber Daya Lahan Pertanian pada Kamis (20/11/2025) dengan menghadirkan tiga narasumber, seperti Muhammad Ansyari Tantawi Nasution (Perpustakaan Press), Sony Heru Kusuma (BRIN Press), Epik Finilih (Lembaga Sertifikasi Penerbitan).

Dalam diskusinya, Muhammad Ansyari Tantawi Nasution menegaskan bahwa literasi tidak lagi berhenti pada aktivitas membaca. Literasi kini menjadi proses transformasi pengetahuan yang mampu melahirkan gagasan dan inovasi.

BACA JUGA :  Waspadai Tanda-Tanda Korsleting Listrik di Rumah, Kenali Gejalanya Sebelum Terjadi Kebakaran

“Literasi bukan hanya membaca, tapi bagaimana mengekspresikan apa yang dibaca—mulai dari menuliskannya kembali, menyusunnya menjadi pembelajaran, hingga menerjemahkannya dalam inovasi nyata,” ujarnya.

Menurut Ansyari, keberhasilan berbagai kompetisi literasi yang diikuti petani milenial menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi tumbuh dari kemampuan mengolah pengetahuan melalui penerbitan yang berkualitas.

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================