
Cahaya tambahan membantu tanaman tetap melakukan fotosintesis secara optimal.
- Pangkas Tanaman Secara Rutin
Pemangkasan rutin diperlukan karena tunas baru biasanya tumbuh lebih cepat saat cuaca lembap. Potong daun dan ranting yang tidak diperlukan menggunakan alat yang bersih dan tajam.
Selain menjaga bentuk tanaman, pemangkasan juga mencegah pertumbuhan liar yang dapat menghambat sirkulasi udara.
- Ikat Tanaman agar Tetap Kokoh
Angin kencang saat hujan dapat membuat tanaman roboh atau patah. Untuk mengantisipasi hal ini, ikat tanaman pada penyangga seperti batang kayu.
Teknik ini penting terutama bagi tanaman muda yang batangnya masih lunak dan tumbuh perlahan.
- Gunakan Pupuk dan Cacing Tanah
Pupuk organik dan cacing tanah dapat membantu menjaga kesuburan tanah selama musim hujan.
Pupuk memberikan nutrisi tambahan, sementara cacing tanah membantu menggemburkan tanah dan meningkatkan sirkulasi udara pada akar.
- Cegah Erosi Tanah
Hujan deras dapat mengikis lapisan tanah di pot atau taman. Untuk mencegahnya, gunakan penghalang kecil di sekitar tanaman.
Pastikan penghalang tersebut tidak justru menyebabkan air menggenang.
- Periksa Tanaman Secara Berkala
Musim hujan membuat tanaman lebih rentan mengalami kerusakan. Periksa tanaman secara berkala untuk memastikan tidak ada daun yang membusuk, batang patah, atau jamur. Segera singkirkan bagian tanaman yang rusak agar tidak menyebar.
Musim hujan memang membawa tantangan tersendiri bagi pemilik tanaman hias. Namun dengan perawatan yang tepat—mulai dari memastikan drainase, menambah cahaya, hingga melakukan pemangkasan rutin—tanaman tetap bisa tumbuh indah dan sehat.
Selamat merawat tanaman dan semoga tips ini bermanfaat!
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















