
BOGORTODAY.COM – Otak merupakan pusat kendali seluruh fungsi vital tubuh—mulai dari berpikir, mengingat, mengatur gerakan, hingga menjaga detak jantung. Menjaga kesehatannya menjadi kunci utama umur panjang, kualitas hidup, dan performa kognitif sehari-hari.
Menurut National Institute on Aging, pola makan memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh. Kedua kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Psikiater nutrisi sekaligus pakar kesehatan otak, Uma Naidoo, Direktur Psikiatri Nutrisi dan Gaya Hidup di Rumah Sakit Umum Massachusetts, menyebut ada sejumlah makanan yang dapat membantu mempertajam fokus, ingatan, serta kejernihan berpikir.
Berikut 10 makanan pilihan yang direkomendasikan Naidoo untuk mengoptimalkan fungsi otak:
- Buah Berry
Blueberry, blackberry, raspberry, dan stroberi termasuk buah dengan kandungan antioksidan tertinggi. Antioksidan melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.
Naidoo menyarankan konsumsi berry tanpa tambahan gula untuk mendapatkan manfaat maksimal. Studi menunjukkan blueberry dapat meningkatkan komunikasi antar-sel saraf dan memperbaiki memori.
- Buah & Sayuran ‘Pelangi’
Sayuran berwarna cerah—kubis merah, paprika hijau dan kuning—mengandung aneka fitonutrien untuk nutrisi otak.
Buah seperti apel, kiwi, nanas, dan jeruk memperkuat fungsi kognitif, sementara konsumsi buah manis seperti anggur dan mangga sebaiknya dibatasi karena kadar gula yang tinggi.
- Cokelat Hitam
Cokelat hitam (dark chocolate) kaya flavanol dan antioksidan yang mendukung daya ingat.
Sebuah studi tahun 2020 menemukan konsumsi cokelat hitam mampu meningkatkan memori verbal dan melindungi sel otak dari peradangan. Pastikan memilih cokelat hitam tanpa gula tambahan.
- Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Sumber lemak sehat, omega, dan vitamin penting bagi otak.
Jenis terbaik: biji rami, chia, kenari, dan kacang Brasil.
Naidoo merekomendasikan konsumsi sekitar ¼ cangkir (±57 gram) per hari, baik sebagai camilan maupun dicampur dalam makanan.
- Protein Tanpa Lemak & Protein Nabati
Otak membutuhkan asam amino dari protein untuk mendukung fungsi neurotransmiter.
Pilihan terbaik:
- Hewani: unggas tanpa lemak, makanan laut, telur pasteurisasi, daging sapi grass-fed.
- Nabati: tahu organik, tempe, kacang merah, lentil.
Keduanya membantu menjaga ketajaman fokus dan energi mental.
- Makanan Fermentasi
Kol parut (sauerkraut), kimchi, miso, kombucha, kefir, dan yogurt mengandung probiotik yang membantu kesehatan usus.
Naidoo menjelaskan adanya gut-brain connection: semakin sehat usus, semakin optimal pula fungsi otak.
Jika menimbulkan kembung, kurangi porsi hingga tubuh beradaptasi.
- Minyak Sehat
Hindari minyak goreng dan lemak jenuh.
Ganti dengan:
- Minyak zaitun
- Minyak alpukat
- Minyak ikan
Meski sehat, konsumsinya tetap perlu dibatasi karena kalorinya tinggi.
- Makanan Kaya Omega-3
Omega-3 telah terbukti mendukung perkembangan saraf dan meningkatkan memori.
Sumber terbaik:
- Ikan berlemak: salmon, mackerel, tuna
- Nabati: chia, kenari, biji rami, kubis Brussel
Omega-3 juga membantu menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif seiring usia.
- Rempah-rempah
Kunyit, lada hitam, paprika merah, oregano, dan rosemary adalah rempah kaya anti-inflamasi yang berfungsi seperti “pelindung otak.”
Kunyit, khususnya, mengandung kurkumin yang membantu menjaga suasana hati dan meningkatkan daya ingat.
- Smoothies Bernutrisi
Smoothies adalah cara praktis untuk menggabungkan banyak nutrisi sekaligus, terutama untuk anak-anak.
Racikan smoothies sehat dapat berisi:
- Bayam atau kangkung (kaya folat)
- Biji chia
- Alpukat
- Blueberry
- Yogurt tawar
Kombinasi ini mendukung fokus, energi, dan kesehatan usus.
Performa otak tidak hanya bergantung pada aktivitas mental, tetapi juga sangat ditentukan oleh apa yang kita makan setiap hari. Pola makan bergizi, kaya antioksidan, serat, protein berkualitas, dan omega-3 dapat membantu mempertajam fokus, meningkatkan memori, serta menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Mengonsumsi 10 makanan sehat ini secara rutin bisa menjadi langkah sederhana namun berdampak besar untuk menjaga otak tetap kuat hingga usia lanjut.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















