Gus Irfan: Indonesia Sudah Ajukan Diplomasi Pengurangan Jemaah di Zona 5

Gus Irfan
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat raker bersama Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025). (Foto: Tangkapan Layar YouTube DPR RI)

BOGORTODAY.COM – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai langkah diplomatik untuk meminta pengurangan penempatan jemaah haji Indonesia di zona 5 atau Mina Jadid.

Namun hingga kini, permohonan tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Pernyataan itu disampaikan Gus Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Gus Irfan menjelaskan bahwa Indonesia telah secara resmi meminta agar porsi jemaah yang ditempatkan di zona 5 dapat dikurangi. Zona tersebut merupakan area tambahan yang letaknya lebih jauh dari zona utama Mina sehingga kerap menjadi sorotan karena dianggap kurang ideal bagi jemaah.

BACA JUGA :  Daftar Game Baru yang Rilis Juni 2026, Remake Legendaris Siap Ramaikan Pasar

“Kami sudah berkali-kali meminta dispensasi kepada Pemerintah Saudi, baik melalui komunikasi informal maupun dalam pertemuan tatap muka, tapi sampai hari ini belum ada keputusan,” ujar Gus Irfan dalam rapat yang disiarkan TVR Parlemen.

Ia menegaskan bahwa diplomasi intensif terus dilakukan, namun keputusan penempatan tetap berada di tangan otoritas Saudi.

Gus Irfan menjelaskan bahwa secara umum jemaah haji Indonesia ditempatkan di zona 3 dan 4. Namun, karena kuota Indonesia termasuk yang terbesar di dunia—lebih dari 200 ribu jemaah—dan kapasitas Mina sangat terbatas, pihak Saudi menetapkan zona 5 sebagai area tambahan yang wajib diisi Indonesia.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

“Kondisi lapangan membuat pemerintah Saudi menetapkan zona 5 untuk Indonesia, dan ini harus kita isi karena terkait ketersediaan tempat,” jelasnya.

Meski permintaan diplomatik belum membuahkan hasil, pemerintah memastikan berbagai layanan tambahan disiapkan agar jemaah di zona 5 tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.

Salah satu bentuk mitigasi tersebut adalah skema tanaqqul dzul, yaitu pemindahan jemaah dari Mina ke hotel setelah melontar jumrah Aqabah. Cara ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di tenda-tenda Mina dan memperbaiki kenyamanan jemaah selama fase puncak ibadah haji.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================