
“Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang disebabkan oleh lingkungan yang sanitasinya kurang baikyaitu keputihan. Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina selain darah haid. Keputihan ialah istilah keluarnya cairan dari alat kealamin perempuan yang bukan darah,” paparnya.
Secara epidemiologi, fluor albus patologis dapat menyerang perempuan mulai dari usia muda, usia reproduksi sehat maupun usia tua dan tidak mengenal strata pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.
“Banyaknya wanita yang mengalami keputihan ini disebabkan karena beberapa hal salah satunya adalah kurangnya menjaga kebersihan organ reproduksi,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, keputihan dapat dialami oleh wanita Indonesia akibat Indonesia memiliki iklim tropis, sehingga pertumbuhan dan perkembangan jamur, virus dan bakteri mudah di area lembab yang mengakibatkan banyaknya keputihan.
“Kehidupan seorang wanita dapat terganggu akibat keputihan yang dibiarkan atau tidak diobati. Keputihan yang tidak diobati dapat menyebabkan Penyakit Menular Seksual (PMS), seperti salpingitis, radang panggul, dan endometritis yang menyebabkan ketidaksuburan,” pungkasnya. ***
Editor : Ilham Ariyansyah
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















