
Berbeda dengan Diah, Hendra menggunakan tumbler secara lebih fungsional. Ia hampir setiap hari membawa dua tumbler sekaligus—satu untuk kopi, satu untuk air putih.
Ukuran favoritnya adalah 750 ml dan 500 ml. Di kantor, tumbler 750 ml biasanya ia isi hingga tiga kali untuk menjaga kebutuhan cairan hariannya.
Anak-anaknya pun sudah terbiasa membawa tumbler ke sekolah atau saat bermain. “Yang 750 ml biasanya gue isi tiga kali di kantor. Lumayan bantu jaga kebutuhan air minum harian,” katanya.
Alfi (20): Penyelamat Buat yang Rentan Darah Rendah
Alfi, mahasiswi tingkat akhir, punya alasan berbeda. Kondisi darah rendah membuatnya cepat haus dan mudah lelah.
Karena itu, ia selalu membawa tumbler berukuran 300–500 ml berbahan stainless steel yang bisa menjaga air tetap dingin lebih lama.
“Pernah nonton konser terus dehidrasi parah. Untung bawa tumbler, jadi nggak jadi pingsan,” katanya sambil tertawa.
Lebih dari Sekadar Tren
Fenomena meningkatnya penggunaan tumbler menunjukkan bahwa masyarakat makin peduli pada kesehatan, efisiensi, dan lingkungan.
Mulai dari mengurangi pembelian air kemasan, menjaga asupan cairan, hingga menyimpan minuman favorit sepanjang hari—tumbler kini menjadi teman setia dalam setiap aktivitas.
Dan bagi sebagian orang, bentuknya yang lucu dan beragam warna cerah membuat tumbler punya nilai emosional tersendiri.
Fungsional, fashionable, sekaligus eco-friendly—tak heran tumbler terus jadi bagian dari gaya hidup masa kini.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















