
Juru Bicara Angkatan Udara Thailand, AM Jackrit Thammavichai, menegaskan bahwa pesawat tempur hanya menyerang pangkalan militer sebagai langkah pertahanan diri dan untuk melindungi rakyat Thailand.
375 Ribu Warga Dievakuasi, Kamboja Lanjutkan Persiapan Militer
Serangan pada Senin menjadi lanjutan dari insiden Minggu (7/12/2025) di Si Sa Ket yang menyebabkan dua tentara Thailand terluka.
Empat provinsi timur laut Thailand diperintahkan untuk mengungsi.
Lebih dari 385.000 orang dipindahkan dari zona berbahaya sebagai langkah antisipasi.
Laporan militer menyebut bahwa sejak Minggu malam:
- Kamboja mengerahkan tank di Samrong, Oddar Meanchey
- Pangkalan militer diperkuat dan komunikasi ponsel dimatikan
- Drone dan peluncur roket RM-70, BM-21, hingga Type 90B mulai ditempatkan di beberapa titik
- Senjata diarahkan ke bandara Buri Ram dan Rumah Sakit Prasat di Surin
Serangan terbaru bahkan menargetkan desa-desa yang berjarak belasan hingga puluhan kilometer dari perbatasan, menunjukkan cakupan eskalasi yang meluas.
Ketegangan Lama yang Kembali Membara
Perbatasan Thailand–Kamboja telah lama menjadi sumber konflik, terutama terkait sengketa wilayah historis di sekitar kompleks kuil dan jalur strategis antarprovinsi.
Hingga artikel ini ditulis, kedua negara belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai negosiasi damai.
Eskalasi senjata berat dan pengerahan pasukan menjadi tanda bahwa situasi masih rawan dan dapat berkembang menjadi konflik berkepanjangan apabila tidak segera diredam lewat jalur diplomasi.
Sementara itu, warga di wilayah perbatasan masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu perkembangan situasi keamanan lebih lanjut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















