
BOGORTODAY.COM – Napoli memastikan satu tempat di final Supercoppa Italiana 2025 setelah menumbangkan AC Milan 2–0 di Al Awwal Park, Riyadh, Jumat (19/12/2025) dini hari WIB.
Meski kalah dalam penguasaan bola, tim besutan Antonio Conte tampil jauh lebih efektif dan tajam saat menyerang.
Nama Rasmus Hojlund menjadi pembeda. Striker muda itu ikut berperan dalam terciptanya gol pertama yang diselesaikan David Neres, lalu mencatatkan namanya sendiri di papan skor pada babak kedua.
Bagi Milan, langkah ini resmi terhenti dan mereka kini bisa mengalihkan fokus sepenuhnya ke Serie A. Napoli, sementara itu, tinggal menunggu lawan antara Bologna atau Inter di partai final.
Napoli Lebih Efisien, Milan Kehilangan Ketajaman
Laga dimulai dengan keberanian Napoli menekan lebih tinggi. Meski beberapa peluang awal berhasil dipatahkan Mike Maignan, serangan balik cepat tim biru akhirnya membuahkan hasil di menit ke-39.
Umpan Spinazzola diteruskan dengan cerdik oleh Hojlund sebelum diselesaikan Neres menjadi gol pembuka. Milan yang sempat menguasai tempo tak mampu memaksimalkan sejumlah peluang, termasuk dari Alexis Saelemaekers dan Loftus-Cheek.
Babak kedua berjalan lebih berat bagi Rossoneri. Napoli menahan Milan lebih dalam, dan ketika lini belakang terbuka, Hojlund menuntaskan aksinya lewat tembakan keras ke tiang jauh pada menit ke-63.
Napoli sempat punya kans memperbesar keunggulan, sedangkan Milan mencoba mengubah permainan dengan pergantian pemain. Namun finishing dan kreativitas terakhir tetap menjadi kendala hingga peluit penutup.
Data Pertandingan Singkat
Penguasaan bola: Napoli 41% – 59% Milan
xG: Napoli 1,40 – 1,28 Milan
Tembakan tepat sasaran: Napoli 5 – Milan 3
Corner: Napoli 5 – 4 Milan
Statistik mencerminkan Milan banyak memegang bola, tetapi Napoli memanfaatkan peluang lebih baik satu big chance, satu gol; efisien dan klinis.
Napoli Tampil Percaya Diri Menjelang Final
Conte jelas menemukan momentum. Dengan kombinasi agresivitas, duel lini tengah yang solid, dan penyerang yang sedang percaya diri, Napoli kini mengincar trofi lebih tinggi.
Bagi Milan, kegagalan ini menjadi evaluasi soal konsistensi dan ketajaman. Namun jeda menuju Serie A memberi ruang bernapas dan mungkin, kesempatan koreksi.
(MG6)
Bagi HalamanEditor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















