
BOGORTODAY.COM – Udinese kembali menjadi sorotan bukan karena performa di lapangan, melainkan kabar kurang sedap dari ruang administrasi. Klub asal Friuli itu resmi terseret masalah hukum terkait transfer Rolando Mandragora dari Juventus, sebuah kesepakatan yang kini berbuntut panjang.
FIGC mengambil langkah tegas dengan melimpahkan kasus tersebut ke pengadilan federal. Intinya: Udinese dituduh memanipulasi nilai transfer. Mantan petinggi klub, Stefano Campoccia dan Franco Collavino, kini juga ikut masuk dalam dakwaan dan terancam menerima sanksi berat.
Situasi ini membuat Udinese mengaku terkejut. Mereka menegaskan tidak merasa bersalah dan menyebut keputusan tersebut terlalu mendadak. Namun, kasus ini tampaknya tidak akan berhenti di ruang pernyataan resmi.
Dugaan Manipulasi di Balik Layar
Tuduhan jaksa berfokus pada dugaan adanya dua versi kesepakatan. Kontrak resmi berbeda dengan kesepakatan sebenarnya, terutama terkait klausul pembelian kembali.
Transfer yang terjadi pada 2018 itu dianggap melanggar aturan federal Italia. Opsi pembelian kembali senilai €26 juta disebut hanya “hiasan,” sementara transaksi nyata mengarah pada kewajiban membeli yang jauh lebih murah.
Dalam dakwaan resmi disebutkan perbedaan harga yang mencolok—dari angka €26 juta berubah menjadi kewajiban membeli sekitar €10,7 juta pada Oktober 2020. Perubahan ini dinilai dilakukan demi menghindari aturan federal.
Dugaan Permainan Laporan Keuangan
Motif di balik skema ini disebut sederhana namun sensitif: mempercantik laporan keuangan klub. Dengan nilai transfer yang dihitung ulang, Udinese diduga mencoba menciptakan keuntungan fiskal instan.
Transfer Mandragora memang sejak awal terasa tidak biasa. Juventus menjual sang pemain dengan harga €20 juta, lalu membeli kembali dengan nominal berbeda. Pergerakan angka yang naik turun dalam waktu singkat dinilai memberi dampak langsung pada neraca klub dan menciptakan apa yang disebut “laba palsu” hingga sekitar €3,11 juta.
Udinese Siap Melawan
Meski tekanan semakin besar, Udinese memilih bersikap defensif. Klub menyebut tuduhan seperti ini pernah diajukan di pengadilan sipil dan justru ditolak. Bahkan hakim di Bologna sebelumnya memihak mereka.
Kini perjalanan kasus Mandragora bergerak ke babak baru lebih terbuka, lebih keras, dan memiliki implikasi hukum yang nyata. Menariknya, Mandragora sendiri sudah jauh dari pusat badai. Ia kini memperkuat Fiorentina sejak 2022, sementara mantan klubnya masih berusaha membuktikan diri.
Di luar skor dan klasemen, saga ini memperlihatkan satu sisi lain dunia sepak bola: di mana angka, klausul, dan laporan keuangan bisa menjadi penentu masa depan klub.
(MG6)
Bagi HalamanEditor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















