RDTR Kota Bogor Ditargetkan Lengkap April 2026, Meliputi Wilayah Bogor Barat hingga Selatan

“Terkait dengan 3 RDTR yang ada di Kota Bogor, tadi kami sudah membicarakan hal-hal yang masih perlu dilengkapi oleh Pemkot Bogor terkait dengan penyusunan 3 WP RDTR,” ungkap Christy.

Ia menambahkan bahwa telah disepakati komitmen bersama untuk menjalankan tahapan sesuai timeline yang telah disusun.

“Sudah dihasilkan kesepakatan. Kita buat timeline dan kita sama-sama sepakati serta komitmen untuk melaksanakan tahapan-tahapan yang ada di timeline itu, sehingga apa yang diharapkan dan dicita-citakan oleh Pemkot Bogor bisa dilaksanakan di tahun depan. Mudah-mudahan di bulan April bisa ditetapkan Peraturan Wali Kota untuk 3 WP RDTR,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor, Akhyar Tarfi, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung percepatan penyusunan RDTR Kota Bogor.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Parung, Negara Rugi Rp9,1 Miliar

“Kantor Pertanahan Kota Bogor siap memberikan dukungan terkait dengan percepatan akselerasi penyusunan RDTR Kota Bogor. Harapan kita RDTR Kota Bogor yang 3 lagi bisa selesai di bulan April dan menjadi salah satu kota di Indonesia yang RDTR-nya terlengkap,” ucap Akhyar.

Menurutnya, RDTR yang lengkap dan terkoneksi dengan sistem Online Single Submission (OSS) akan mempercepat investasi sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran pemanfaatan ruang.

“Dengan RDTR lengkap ini maka terkait dengan investasi bisa lebih cepat karena sistem OSS-nya sudah tercover semua peta RDTR-nya. Yang kedua juga kita bisa menghindari terjadinya pelanggaran pemanfaatan ruang,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menyampaikan bahwa penyusunan RDTR bertujuan untuk memudahkan masyarakat dan pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Kota Bogor.

BACA JUGA :  Miris! Dinkes Sebut Rata-rata Anak di Kota Bogor Mulai Merokok Sejak Usia 12 Tahun

“Perencanaan tata ruang ini adalah untuk memudahkan warga masyarakat, khususnya yang ingin berinvestasi di Kota Bogor, dengan tata ruang yang nanti akan terkoneksikan dengan sistem perizinan yaitu OSS,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Kota Bogor memiliki lima wilayah perencanaan RDTR, namun saat ini baru dua WP yang terkoneksi dengan sistem OSS.

Esti berharap seluruh tahapan penyusunan dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga pada tahun 2026 seluruh RDTR Kota Bogor telah terkoneksi dengan sistem perizinan nasional.

“Mudah-mudahan di tahun 2026 kita sudah memiliki 5 WP RDTR yang terkoneksi dengan sistem OSS,” pungkas Esti.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Aditya Nugraha

Sumber : Diskominfo Kota Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================