
Ramdoni membandingkan anggaran tersebut dengan program bantuan RTLH yang rata-rata hanya dialokasikan sebesar Rp5 juta hingga Rp15 juta per rumah.
Menurutnya, dengan dana sebesar itu, pemerintah seharusnya bisa menyentuh lebih banyak warga yang membutuhkan bantuan perbaikan hunian maupun akses jalan di perkampungan yang selama ini belum tersentuh bantuan.
Lebih lanjut, ia meyakini bahwa warga setempat pun kemungkinan besar tidak akan setuju jika mengetahui bahwa pembangunan gapura tersebut bersumber dari APBD, sementara masih banyak kebutuhan dasar infrastruktur lain yang lebih mendesak.
“Saya sangat meyakini mereka akan berpikiran sama dengan saya. Lebih baik dana itu diperuntukkan bagi hal yang lebih menyentuh langsung ke masyarakat bawah. Berapa rumah RTLH yang bisa dibangun dan berapa meter jalan kampung yang bisa diperbaiki? Manfaatnya tentu akan jauh lebih luar biasa dirasakan warga,” tegasnya.
Sebagai informasi tambahan dari papan proyek, pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV. Sinar Karya Sentosa dengan pengawasan dari PT. Prestasi Multi Kreasi. Proyek ini ditargetkan selesai dalam jangka waktu 45 hari kalender.
Editor : Aditya Nugraha
Sumber : BogorOne.co.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















