
Dampak putusnya jembatan, perjalanan wisatawan menuju Puncak terganggu. Kendaraan harus bergantian melewati jembatan tersebut. Meski demikian, kendaraan roda empat masih dapat menggunakan jalur alternatif lain menuju Gunung Geulis, Gadog, atau Megamendung.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, menyatakan pihaknya telah mengirimkan sejumlah peralatan untuk membangun jembatan sementara.
“Alat berat dan box sudah ada, lantainya juga sudah dipasang itu,” jelasnya.
Ujang menambahkan, pembangunan jembatan permanen tidak dipilih karena membutuhkan waktu lama, sementara masyarakat memerlukan akses untuk berlibur saat Nataru.
“Pakai box cover, kalau jembatan permanen lama, bisa sampai empat bulan. Orang kan mau tahun baruan,” ujarnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















