
Mengurangi Peradangan dan Melindungi Sel Otak
Penelitian yang dimuat dalam Journal of Neurochemistry pada 2018 juga menunjukkan bahwa intermittent fasting mampu menekan stres oksidatif dan peradangan pada sistem saraf. Kondisi ini berperan penting dalam melindungi neuron dari kerusakan.
Peradangan kronis diketahui berkaitan dengan berbagai gangguan kognitif, seperti penurunan daya ingat, gangguan konsentrasi, hingga perubahan suasana hati. Dengan menurunkan peradangan, puasa intermiten berpotensi membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.
Cara Melakukan Intermittent Fasting dengan Aman
Intermittent fasting tidak menuntut pembatasan jenis makanan secara ekstrem, melainkan fokus pada pengaturan waktu makan. Beberapa metode yang umum diterapkan antara lain:
- Pola 16/8: Makan selama 8 jam, misalnya pukul 12.00–20.00, lalu berpuasa selama 16 jam.
- Pola 14/10: Makan selama 10 jam dan berpuasa selama 14 jam, cocok bagi pemula.
Selama menjalani puasa, penting untuk tetap menjaga asupan cairan agar tubuh tidak dehidrasi. Disarankan pula untuk memulai secara bertahap dan mengimbanginya dengan pola tidur yang cukup serta aktivitas fisik ringan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Dengan penerapan yang tepat, intermittent fasting bukan hanya membantu mengontrol berat badan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesehatan otak dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















