BOGORTODAY.COM – Sa’id bin Amir bin Hidzyam al-Jumahi al-Qurasyi al-Kinani merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena ketakwaan, keberanian, dan kezuhudannya.
Ia termasuk sahabat senior yang memiliki kedudukan mulia di kalangan kaum Muslimin, bukan karena kekayaan atau kekuasaan, melainkan karena keikhlasan dan keteguhan imannya.
Sa’id memeluk Islam sebelum Perang Khaibar, di tengah tekanan berat dari kaum Quraisy. Keputusan tersebut menunjukkan keberanian luar biasa, sebab pada masa itu memeluk Islam berarti siap menghadapi tekanan sosial, ancaman, bahkan kekerasan.
Setelah masuk Islam, Sa’id turut berjuang bersama Rasulullah SAW dalam berbagai peperangan dan selalu menunjukkan kesetiaan serta ketulusan dalam membela agama.
Karena kepribadian dan integritasnya, Khalifah Umar bin Khattab kemudian mengangkat Sa’id bin Amir sebagai gubernur di wilayah Homs dan daerah sekitarnya di Syam.
Ia menjalankan amanah tersebut hingga wafatnya pada tahun 20 Hijriah. Meski memegang jabatan tinggi, Sa’id tetap hidup dalam kesederhanaan yang luar biasa.
Gubernur yang Hidup dalam Kemiskinan
Kisah keteladanan Sa’id bin Amir semakin tampak ketika ia menjabat sebagai gubernur. Dikisahkan dalam buku 101 Sahabat Nabi karya Hepi Andi Bustoni, suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab mengutus delegasi untuk memantau kondisi pemerintahan di Homs. Salah satu tugas mereka adalah mencatat nama-nama penduduk miskin yang layak menerima bantuan dari baitul mal.
Saat daftar itu diserahkan kepada Umar, ia terkejut ketika menemukan nama Sa’id bin Amir tercantum di antara orang-orang miskin. Dengan heran, Umar bertanya, “Siapa Sa’id bin Amir ini?” Delegasi pun menjawab, “Dia adalah gubernur kami.”
Umar semakin terkejut dan bertanya kembali, “Apakah gubernur kalian benar-benar miskin?” Mereka menjawab dengan yakin, “Demi Allah, wahai Amirul Mukminin, sering kali tidak terlihat api menyala di rumahnya karena tidak ada makanan yang dimasak.”
Mendengar hal itu, Umar bin Khattab menangis. Ia lalu mengambil seribu dinar dari baitul mal dan berkata, “Sampaikan salamku kepada Sa’id bin Amir dan berikan uang ini untuk membantunya memenuhi kebutuhan hidup.”
Ketika utusan itu tiba di rumah Sa’id dan menyerahkan uang tersebut, Sa’id langsung berkata lirih, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mendengar itu, istrinya terkejut dan mengira telah terjadi musibah besar. Namun Sa’id menjelaskan, “Bukan musibah dunia, melainkan ujian bagi akhirat kita. Dunia telah datang untuk merusak kehidupan akhiratku.”
Istrinya pun berkata, “Jika demikian, bebaskanlah dirimu darinya.” Sa’id pun dengan mantap menyerahkan seluruh uang tersebut kepada fakir miskin tanpa menyisakan sedikit pun.
Perdagangan Akhirat yang Menguntungkan
Dalam riwayat lain yang dikisahkan dalam Biografi 60 Sahabat Nabi karya Muhammad Khalid, disebutkan bahwa ketika Sa’id bin Amir dan istrinya berangkat ke Homs, mereka dibekali sejumlah harta oleh Khalifah Umar. Istrinya sempat berniat menggunakan harta itu untuk kebutuhan hidup dan membeli pakaian yang layak.
Namun Sa’id mengusulkan sesuatu yang berbeda. Ia mengatakan bahwa negeri Syam adalah tempat yang subur untuk “berniaga”, bukan dengan perdagangan dunia, tetapi dengan perdagangan akhirat. Ia meyakinkan istrinya bahwa keuntungan yang diperoleh akan jauh lebih besar dan kekal.
Akhirnya, sebagian kecil harta digunakan untuk kebutuhan dasar, sementara sisanya disedekahkan seluruhnya kepada kaum fakir miskin. Ketika sang istri menyadari bahwa seluruh harta mereka telah habis, ia menangis. Namun Sa’id menenangkannya dengan berkata bahwa ia tidak ingin tertinggal dari para sahabat Nabi yang telah lebih dahulu mengorbankan segalanya demi Allah.
Ia memilih kehidupan sederhana, menjauh dari kemewahan dunia, dan menukar kenikmatan fana dengan harapan kebahagiaan abadi di akhirat. Begitulah kisah Sa’id bin Amir, seorang pemimpin yang tidak silau oleh kekuasaan dan menjadikan keikhlasan sebagai jalan hidupnya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















