Luka Akibat Diabetes Sulit Sembuh, Ini Cara Merawatnya agar Tidak Semakin Parah

Luka
Luka Akibat Diabetes Sulit Sembuh, Ini Cara Merawatnya agar Tidak Semakin Parah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Luka pada penderita diabetes sering kali membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dibandingkan luka biasa. Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu kerja insulin, hormon yang berperan penting dalam mengubah gula menjadi energi.

Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, aliran darah ke jaringan tubuh ikut terganggu. Akibatnya, proses penyembuhan luka menjadi lambat dan risiko infeksi pun meningkat. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah diabetic foot atau luka diabetes pada kaki.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi infeksi berat hingga berujung pada amputasi.

Oleh karena itu, perawatan luka diabetes perlu dilakukan secara tepat dan konsisten. Berikut beberapa cara merawat luka diabetes yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.

  1. Bersihkan Luka Secara Rutin

Langkah pertama yang paling penting adalah menjaga kebersihan luka. Cuci luka dengan lembut menggunakan air bersih dan sabun ringan, lalu keringkan dengan menepuk perlahan menggunakan handuk bersih.

BACA JUGA :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Bogor Gelar Gebyar Siliwangi

Hindari menggosok luka terlalu keras karena dapat merusak jaringan di sekitarnya. Setelah itu, tutup luka menggunakan perban steril agar terlindung dari kotoran dan bakteri penyebab infeksi.

  1. Kurangi Tekanan pada Area Luka

Luka diabetes, terutama di kaki, membutuhkan perlindungan ekstra dari tekanan berlebih. Gunakan alas kaki khusus seperti sepatu diabetes atau bantalan lunak untuk mengurangi tekanan saat berjalan.

Jika memungkinkan, hindari berdiri atau berjalan terlalu lama. Saat beristirahat, posisikan kaki sedikit lebih tinggi untuk membantu melancarkan aliran darah.

  1. Perhatikan Pola Makan

Asupan nutrisi sangat berpengaruh pada proses penyembuhan luka. Penderita diabetes dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana.

Sebagai gantinya, perbanyak asupan protein yang berperan penting dalam pembentukan jaringan baru. Selain itu, konsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Rutin Berolahraga
BACA JUGA :  Jaro Ade Ajak Warga Megamendung Hijaukan Pekarangan Lewat Tanam Durian Unggul

Aktivitas fisik secara teratur membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar gula darah lebih terkontrol. Dengan sirkulasi darah yang lebih baik, proses penyembuhan luka pun dapat berlangsung lebih optimal.

Namun, pilih jenis olahraga yang aman dan tidak memberikan tekanan berlebih pada area luka, seperti senam ringan atau jalan santai.

  1. Periksakan Luka ke Tenaga Medis

Jika luka tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan medis diperlukan untuk membersihkan jaringan mati (nekrosis) yang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Penanganan dini dapat mencegah infeksi yang lebih parah dan mengurangi risiko komplikasi serius, termasuk amputasi.

Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, luka akibat diabetes dapat sembuh lebih cepat dan risiko komplikasi bisa diminimalkan.

Selalu jaga kadar gula darah tetap stabil dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis bila muncul tanda-tanda infeksi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================