
Dengan demikian, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada bulan Rajab 1447 H jatuh pada:
- 13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan awal Rajab 1447 H jatuh pada Senin, 22 Desember 2025, atau sehari lebih lambat dari versi pemerintah. Dengan demikian, menurut versi NU, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada:
- 13 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
- 14 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026
- 15 Rajab 1447 H: Senin, 5 Januari 2026
Umat Islam dapat menyesuaikan pelaksanaan puasa sesuai dengan pedoman ormas atau kalender yang diikuti.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, dianjurkan membaca niat pada malam hari atau sebelum waktu zuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Lafal niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya niat berpuasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya, yaitu:
- Berniat karena Allah SWT
Niat dilakukan di malam hari atau sebelum tergelincir matahari selama belum makan dan minum. - Melaksanakan sahur
Sahur sangat dianjurkan meskipun hanya dengan sedikit makanan atau minuman. Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari). - Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa
Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, umat Islam wajib menahan diri dari makan, minum, dan perbuatan yang membatalkan puasa. - Menjaga akhlak dan lisan
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga ucapan, sikap, dan perilaku dari hal yang sia-sia atau dosa. - Memperbanyak amal kebaikan
Dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan ibadah sunnah lainnya. - Menyegerakan berbuka puasa
Rasulullah SAW bersabda:
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Ibnu Majah) - Membaca doa berbuka puasa
Setelah berbuka, dianjurkan membaca doa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Dengan memahami jadwal, niat, dan tata cara pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua. Aamiin.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














