Tren Makanan Sehat 2026: Dari Beauty Foods hingga Kebangkitan Lemak Tradisional

Makanan Sehat
Ilustrasi Makanan Sehat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Tren makanan sehat datang dan pergi seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Apa yang sempat populer beberapa tahun lalu kini bisa saja ditinggalkan. Namun bagi para ahli gizi dan pengamat industri pangan, setiap perubahan selalu menyimpan pola menarik untuk diamati.

Memasuki 2026, tren makanan sehat diperkirakan masih melanjutkan sejumlah tema lama, seperti tingginya minat terhadap produk tinggi protein dan makanan ramah pengguna GLP-1.

Meski begitu, fokus kini mulai bergeser ke kesehatan usus, fungsi otak, serta upaya merawat tubuh dari dalam secara menyeluruh.

Berikut lima tren makanan sehat yang diprediksi akan mencuri perhatian pada 2026:

  1. Beauty Foods

Konsep beauty from within semakin kuat. Makanan seperti alpukat, salmon, buah beri, telur, dan ubi jalar tak hanya dikonsumsi karena rasanya, tetapi juga manfaatnya bagi kulit dan rambut.

Pada 2026, klaim kecantikan ini diperkirakan akan tampil lebih berani di kemasan produk. Kolagen tetap menjadi primadona, terutama dalam bentuk minuman siap konsumsi yang juga mendukung kesehatan usus dan tulang. Bahkan, antioksidan seperti resveratrol mulai dikemas tanpa alkohol, menjadikannya lebih ramah bagi berbagai kalangan.

  1. Beef Tallow
BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Setelah era plant-based merajai pasar, tren justru bergerak ke arah sebaliknya. Beef tallow atau lemak sapi kembali dilirik sebagai bahan memasak, terutama untuk suhu tinggi.

Lemak ini digemari karena stabil, tahan panas, dan memberikan cita rasa khas. Meski tinggi lemak jenuh, beef tallow diposisikan sebagai alternatif alami dibanding minyak olahan. Kendati demikian, para ahli tetap mengingatkan agar konsumsinya tidak menggantikan minyak sehat seperti extra virgin olive oil.

  1. Fiber Maxxing

Jika beberapa tahun terakhir protein menjadi fokus utama, 2026 diprediksi sebagai era serat. Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan pencernaan dan metabolisme membuat serat kembali mendapat sorotan.

Asupan serat yang cukup—sekitar 25–35 gram per hari—membantu menjaga kadar gula darah, mendukung kesehatan usus, dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan pun diperkirakan semakin meningkat.

  1. Fancy Butter

Mentega kembali naik daun dengan citra yang lebih premium. Tren memasak di rumah dan nostalgia terhadap makanan rumahan membuat mentega kembali dilirik sebagai bahan utama.

BACA JUGA :  10 Makanan Protein Rendah Lemak untuk Turunkan Berat Badan Tanpa Kehilangan Massa Otot

Mentega kultur (cultured butter) dan berbagai varian compound butter dengan campuran rempah atau jamur diprediksi akan semakin populer. Sedikit saja sudah cukup memberi rasa kaya dan aroma khas pada masakan.

  1. Creatine

Creatine tak lagi hanya identik dengan binaragawan. Penelitian terbaru menunjukkan manfaatnya bagi fungsi otak, daya tahan kognitif, hingga kesehatan sel secara umum.

Creatine membantu produksi energi sel dan dinilai berpotensi mendukung daya ingat, terutama pada kondisi kurang tidur.

Tak heran jika suplemen ini diprediksi menjadi sama populernya dengan multivitamin. Selain suplemen, creatine juga bisa diperoleh dari makanan seperti daging sapi, ayam, ikan, susu, dan keju.

Tren makanan 2026 menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan hubungan antara apa yang dikonsumsi dengan kesehatan jangka panjang. Bukan sekadar tren sesaat, makanan kini menjadi bagian dari strategi hidup sehat yang lebih menyeluruh.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================