
“Setelah diskusi internal selesai, kami akan melibatkan tokoh masyarakat setempat,” ujarnya.
Eko menegaskan, pemerintah daerah memahami keberatan masyarakat terkait penggunaan nama tokoh besar Islam untuk ruko tersebut. Ia memastikan nama pengganti yang dipilih nantinya dapat diterima oleh masyarakat setempat.
“Pemerintah daerah terbuka terhadap masukan masyarakat. Yang pasti, nama yang dipasang harus bisa diterima oleh masyarakat setempat,” katanya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















