2 Cara Fermentasi Bawang Putih dengan Garam dan Madu, Lebih Sehat dan Kaya Manfaat

Proses ini memungkinkan bakteri baik berkembang dan menghasilkan asam laktat yang membantu mengurangi rasa tajam bawang putih sekaligus meningkatkan manfaat kesehatannya.

Bahan-bahan:

  • 5–8 kepala bawang putih, dikupas
  • 1 sdt garam laut halus (non-iodinasi)
  • 2 gelas air tanpa klorin

Cara membuat:

  1. Kupas bawang putih hingga cukup untuk mengisi toples kaca.
  2. Larutkan garam ke dalam air hingga tercampur rata.
  3. Masukkan bawang putih ke dalam toples, lalu tuang larutan garam hingga seluruh siung terendam. Sisakan sedikit ruang di bagian atas sebagai ruang fermentasi.
  4. Tutup toples secara longgar dan simpan pada suhu ruang.
  5. Buka tutup toples setiap hari untuk melepaskan gas hasil fermentasi.
  6. Proses fermentasi biasanya mulai terlihat dalam beberapa hari hingga satu minggu, ditandai dengan munculnya gelembung kecil dan perubahan warna cairan menjadi agak kecokelatan.
  7. Biarkan fermentasi minimal satu bulan untuk hasil optimal. Jika ingin rasa yang lebih lembut dan kompleks, fermentasi dapat diteruskan hingga dua bulan.
  8. Setelah selesai, tutup rapat toples dan simpan di dalam kulkas. Bawang putih fermentasi ini dapat bertahan hingga dua bulan.
BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Fermentasi Bawang Putih dengan Madu

Selain garam, bawang putih juga bisa difermentasi menggunakan madu. Menurut Verywell Health, kombinasi madu dan bawang putih dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta meredakan gejala flu dan batuk.

Meski manfaatnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut, metode fermentasi ini tergolong praktis dan aman untuk dikonsumsi. Mengutip Simply Recipes, berikut langkah-langkahnya.

Bahan-bahan:

  • 15–20 siung bawang putih, dikupas
  • 1½ gelas madu mentah
  • ½ sdt bubuk cabai merah (opsional)

Cara membuat:

  1. Masukkan bawang putih dan bubuk cabai ke dalam toples kaca bersih.
  2. Tuang madu hingga seluruh bawang putih terlapisi sempurna, lalu aduk perlahan.
  3. Tutup toples dan simpan di tempat sejuk serta kering.
  4. Kocok atau balik toples setiap hari selama lima hari pertama.
  5. Jika mulai muncul gelembung, buka tutup toples setiap hari untuk melepaskan gas fermentasi.
  6. Fermentasi sudah bisa dikonsumsi setelah lima hari dan dapat disimpan di tempat gelap hingga enam bulan.
  7. Setelah tiga hingga empat minggu, toples bisa dipindahkan ke kulkas, terutama jika akan digunakan sebagai bahan masakan.
BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Dengan dua metode fermentasi ini, bawang putih tidak hanya menjadi lebih nikmat, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal.

Fermentasi merupakan cara alami untuk meningkatkan kandungan probiotik dan nutrisi yang baik bagi pencernaan serta daya tahan tubuh.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================