
Sebagai gantinya, perbanyak sumber omega-3 seperti ikan berlemak, biji chia, dan kenari yang terbukti membantu mengurangi peradangan sendi.
- Makanan Mengandung Gluten dan Kasein
Sebagian penderita nyeri lutut memiliki sensitivitas terhadap gluten (protein pada gandum) dan kasein (protein dalam susu). Menurut Arthritis Foundation, menghindari gluten dan kasein dapat membantu meredakan peradangan pada mereka yang sensitif atau memiliki penyakit celiac.
- Gorengan
Gorengan mengandung lemak trans yang dapat memperparah nyeri sendi dan memicu peradangan. Kandungan kalorinya yang tinggi juga meningkatkan risiko obesitas, yang berdampak buruk pada kesehatan lutut.
Sebaiknya hindari kentang goreng, ayam goreng, dan berbagai makanan yang digoreng berulang kali.
- Daging Merah dan Olahannya
Daging merah serta produk olahannya, seperti sosis dan daging asap, kaya lemak jenuh yang berpotensi memicu peradangan. Konsumsi berlebihan juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Untuk pilihan lebih sehat, gantilah dengan ikan, ayam tanpa kulit, atau protein nabati seperti kacang-kacangan.
- Produk Susu
Produk susu mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang dapat memicu peradangan dan memperparah nyeri sendi. Susu, keju, es krim, yogurt, dan mentega sebaiknya dibatasi atau dihindari saat lutut sedang nyeri.
Menjaga pola makan dengan menghindari makanan pemicu peradangan dapat membantu meredakan sakit lutut secara alami.
Namun, setiap kondisi kesehatan berbeda. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi pola makan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
Dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang tepat, nyeri lutut dapat lebih terkendali dan kualitas hidup pun meningkat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















