
Golongan yang Sholatnya Tidak Diterima
Dirangkum dari buku Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi (Jilid III) karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, berikut beberapa golongan yang sholatnya terancam tidak diterima Allah SWT:
- Orang yang Sholat Tanpa Bersuci
Sholat yang dilakukan dalam keadaan berhadas atau bernajis tidak akan diterima. Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak menerima sholat seseorang apabila ia berhadas hingga ia berwudhu.” (HR Bukhari dan Muslim).
- Orang yang Sholat Tanpa Ikhlas
Ikhlas adalah ruh ibadah. Sholat yang dilakukan karena ingin dipuji atau demi kepentingan dunia semata kehilangan nilainya di sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
- Orang yang Memakan Harta Haram
Makanan dan harta yang haram menjadi penghalang diterimanya ibadah. Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Doa dan ibadah orang yang hidup dari harta haram sulit dikabulkan.
- Orang yang Sholat tapi Terus Bermaksiat
Sholat seharusnya mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Jika seseorang tetap bergelimang dosa tanpa penyesalan, sholatnya terancam tidak bernilai. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa sholatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka sholat itu tidak menambah apa-apa kecuali semakin jauh dari Allah.” (HR Thabrani).
- Orang yang Lalai dan Tidak Khusyuk
Sholat yang dilakukan dengan tergesa-gesa, lalai, dan tanpa kekhusyukan mengurangi nilai pahala, bahkan bisa membuat sholat tidak bernilai di sisi Allah.
- Orang yang Menyakiti Sesama Manusia
Dosa sosial tidak gugur hanya dengan sholat. Orang yang menzalimi sesama akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Dalam hadits tentang orang bangkrut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pahala sholat, puasa, dan zakat bisa habis untuk membayar kezalimannya kepada orang lain (HR Muslim).
- Istri yang Durhaka kepada Suami
Dalam hadits disebutkan bahwa sholat seorang istri terancam tidak diterima apabila ia durhaka kepada suaminya tanpa alasan syar’i. Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga golongan yang sholatnya tidak diangkat sejengkal pun dari kepala mereka, salah satunya adalah wanita yang suaminya murka kepadanya.” (HR Thabrani).
- Orang yang Sholat dalam Keadaan Mabuk
Allah SWT melarang sholat dalam keadaan mabuk hingga seseorang memahami apa yang diucapkannya, sebagaimana firman-Nya dalam surat An-Nisa ayat 43.
- Orang yang Menunda Sholat hingga Keluar Waktu
Menunda sholat tanpa uzur syar’i hingga keluar waktunya merupakan dosa besar. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ma’un ayat 4–5 tentang ancaman bagi orang-orang yang lalai dari sholatnya.
- Orang yang Sholat karena Riya’
Sholat yang dilakukan untuk pamer dan mencari pujian manusia termasuk syirik kecil. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR Ahmad).
Sholat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi ibadah yang harus diiringi keikhlasan, kesucian, dan akhlak yang baik.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang sholatnya diterima, bernilai pahala, dan mampu mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar.
Wallahu a’lam.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















