Waspada, Ini Golongan Orang yang Sholatnya Tidak Diterima Allah SWT

Sholat
Waspada, Ini Golongan Orang yang Sholatnya Tidak Diterima Allah SWT. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Sholat merupakan ibadah paling utama dalam Islam dan menjadi tolok ukur diterima atau tidaknya amal seorang hamba.

Bahkan, sholat adalah amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Namun demikian, tidak semua sholat yang dikerjakan otomatis diterima oleh Allah SWT.

Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa ada beberapa golongan manusia yang sholatnya tidak diterima, meskipun secara lahiriah mereka telah menunaikannya. Mengutip buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya H. Ahmad Zacky El-Syafa, sholat yang tidak diterima bukan berarti gugur kewajiban secara fikih.

Sholat tersebut tetap sah dan tidak perlu diulang, tetapi tidak bernilai pahala dan tidak mampu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-‘Ankabut ayat 45:

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.”

Ayat ini menegaskan bahwa sholat yang diterima seharusnya berdampak nyata dalam perilaku sehari-hari.

Golongan yang Sholatnya Tidak Diterima

Dirangkum dari buku Syarah Riyadhus Shalihin Imam Nawawi (Jilid III) karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, berikut beberapa golongan yang sholatnya terancam tidak diterima Allah SWT:

  1. Orang yang Sholat Tanpa Bersuci

Sholat yang dilakukan dalam keadaan berhadas atau bernajis tidak akan diterima. Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak menerima sholat seseorang apabila ia berhadas hingga ia berwudhu.” (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Orang yang Sholat Tanpa Ikhlas
BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

Ikhlas adalah ruh ibadah. Sholat yang dilakukan karena ingin dipuji atau demi kepentingan dunia semata kehilangan nilainya di sisi Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Orang yang Memakan Harta Haram

Makanan dan harta yang haram menjadi penghalang diterimanya ibadah. Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Doa dan ibadah orang yang hidup dari harta haram sulit dikabulkan.

  1. Orang yang Sholat tapi Terus Bermaksiat

Sholat seharusnya mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Jika seseorang tetap bergelimang dosa tanpa penyesalan, sholatnya terancam tidak bernilai. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa sholatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka sholat itu tidak menambah apa-apa kecuali semakin jauh dari Allah.” (HR Thabrani).

  1. Orang yang Lalai dan Tidak Khusyuk

Sholat yang dilakukan dengan tergesa-gesa, lalai, dan tanpa kekhusyukan mengurangi nilai pahala, bahkan bisa membuat sholat tidak bernilai di sisi Allah.

  1. Orang yang Menyakiti Sesama Manusia

Dosa sosial tidak gugur hanya dengan sholat. Orang yang menzalimi sesama akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Dalam hadits tentang orang bangkrut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pahala sholat, puasa, dan zakat bisa habis untuk membayar kezalimannya kepada orang lain (HR Muslim).

  1. Istri yang Durhaka kepada Suami
BACA JUGA :  Setelah Dicopot dari Kepala BGN, Ini Rincian Harta Kekayaan Dadan Hindayana

Dalam hadits disebutkan bahwa sholat seorang istri terancam tidak diterima apabila ia durhaka kepada suaminya tanpa alasan syar’i. Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga golongan yang sholatnya tidak diangkat sejengkal pun dari kepala mereka, salah satunya adalah wanita yang suaminya murka kepadanya.” (HR Thabrani).

  1. Orang yang Sholat dalam Keadaan Mabuk

Allah SWT melarang sholat dalam keadaan mabuk hingga seseorang memahami apa yang diucapkannya, sebagaimana firman-Nya dalam surat An-Nisa ayat 43.

  1. Orang yang Menunda Sholat hingga Keluar Waktu

Menunda sholat tanpa uzur syar’i hingga keluar waktunya merupakan dosa besar. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ma’un ayat 4–5 tentang ancaman bagi orang-orang yang lalai dari sholatnya.

  1. Orang yang Sholat karena Riya’

Sholat yang dilakukan untuk pamer dan mencari pujian manusia termasuk syirik kecil. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’.” (HR Ahmad).

Sholat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi ibadah yang harus diiringi keikhlasan, kesucian, dan akhlak yang baik.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang sholatnya diterima, bernilai pahala, dan mampu mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar.

Wallahu a’lam.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================