7 Makanan Probiotik yang Direkomendasikan Ahli Gizi, Baik untuk Pencernaan dan Imunitas

Ahli gizi Toby Amidor menjelaskan bahwa kefir mengalami dua jenis fermentasi, yakni fermentasi asam laktat dari gula susu alami (laktosa) serta fermentasi ragi dari butiran kefir. Kombinasi ini menjadikan kefir sebagai sumber probiotik yang sangat baik bagi pencernaan.

  1. Kimchi

Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang biasanya terbuat dari sawi, kubis, lobak, dan berbagai sayuran lainnya. Makanan ini kaya akan bakteri asam laktat seperti Lactobacillus yang memiliki manfaat anti-inflamasi dan mendukung sistem imun.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kimchi secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mendukung manajemen berat badan.

  1. Sauerkraut

Sauerkraut adalah kubis fermentasi yang mengandung bakteri baik dan serat tinggi. Kombinasi ini membantu memperlancar sistem pencernaan sekaligus menjaga kesehatan usus.

BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Ahli gizi Lauren Manaker menyebutkan bahwa sauerkraut, seperti kimchi, kaya akan bakteri asam laktat dan serat yang berkontribusi pada kesehatan metabolik dan jantung.

  1. Miso dan Tempe

Miso dan tempe merupakan produk fermentasi berbahan dasar kedelai. Miso biasanya berbentuk pasta yang digunakan sebagai bumbu dalam masakan Jepang, sementara tempe dikenal sebagai sumber protein nabati yang populer di Indonesia.

Keduanya mengandung mikroba hidup hasil fermentasi yang baik untuk kesehatan usus dan pencernaan.

  1. Kombucha

Kombucha adalah minuman teh fermentasi yang mengandung bakteri dan ragi hidup. Jumlah probiotik dalam kombucha bisa berbeda-beda tergantung produk dan proses pembuatannya.

Meski demikian, sejumlah studi ilmiah menunjukkan bahwa kombucha memiliki potensi manfaat probiotik, terutama dalam membantu memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus dan meredakan beberapa gangguan pencernaan.

  1. Keju
BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Beberapa jenis keju yang telah matang dan tidak dipanaskan setelah proses pematangan masih mengandung mikroorganisme hidup. Contohnya antara lain Swiss, Gouda, cheddar, provolone, Edam, dan cottage cheese.

Keju jenis ini dapat menjadi alternatif sumber probiotik, terutama bagi mereka yang tidak terlalu menyukai yogurt atau minuman fermentasi.

Para ahli gizi menyarankan agar makanan probiotik dikonsumsi secara rutin agar manfaatnya optimal. Misalnya, dengan mengonsumsi satu porsi yogurt, kimchi, atau makanan fermentasi lainnya setiap hari sebagai bagian dari pola makan sehat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================