
Kandungan Nutrisi Sea Moss
Melansir dari WebMD, sea moss mengandung beragam nutrisi penting, di antaranya:
- Vitamin B2
- Kalsium
- Yodium
- Kalium
- Sodium
- Magnesium
- Seng
Dalam dua sendok makan sea moss, kandungan kalorinya relatif rendah serta hampir tidak mengandung lemak, gula, maupun protein. Karena itu, sea moss kerap dipromosikan sebagai sumber nutrisi tambahan, khususnya bagi mereka yang menjalani pola makan berbasis nabati.
Melansir dari Cleveland Clinic, berikut sejumlah manfaat potensial dari konsumsi sea moss:
- Mendukung kesehatan jantung
Sea moss mengandung serat yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat, mengontrol tekanan darah, serta menjaga kesehatan pembuluh darah. Serat juga berperan dalam menstabilkan kadar gula darah.
- Menjaga kesehatan pencernaan
Kandungan serat dan senyawa alaminya dapat membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus, sehingga berperan dalam mencegah sembelit, kembung, dan diare.
- Mendukung fungsi tiroid
Kandungan yodium dalam sea moss penting untuk produksi hormon tiroid. Namun, konsumsi berlebihan justru berisiko memicu gangguan tiroid. Oleh karena itu, penderita gangguan tiroid sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya.
- Menunjang daya tahan tubuh
Sea moss mengandung antioksidan, zat besi, dan berbagai mineral yang berpotensi mendukung sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.
- Membantu pemulihan setelah olahraga
Sea moss mengandung asam amino seperti taurine yang berperan dalam pemulihan otot. Kandungan ini membuat sea moss sering dikaitkan dengan pemulihan tubuh pasca aktivitas fisik.
- Mendukung hormon dan kesehatan reproduksi
Pada wanita, kandungan serat dan kalsium berpotensi membantu menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan tulang. Sementara pada pria, kandungan seng dikaitkan dengan kesehatan hormon testosteron dan sistem reproduksi.
Risiko dan Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Di balik manfaatnya, konsumsi sea moss juga memiliki sejumlah risiko, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan yodium yang tinggi dapat memicu pembesaran kelenjar tiroid atau gangguan hormon.
Selain itu, rumput laut berpotensi menyerap logam berat seperti merkuri dan timbal dari perairan yang tercemar. Beberapa orang juga melaporkan efek samping berupa mual, muntah, diare, hingga gangguan pencernaan.
Sea moss juga memiliki sifat pengencer darah, sehingga tidak disarankan bagi orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah, serta bagi ibu hamil dan menyusui tanpa pengawasan tenaga medis.
Dengan memahami manfaat dan risikonya, konsumsi sea moss sebaiknya dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















