BOGORTODAY.COM – Bunyi khas petugas imigrasi saat mengecap stempel di paspor pelancong barangkali sudah sangat akrab di telinga, terutama ketika mengantre panjang di bandara internasional.
Namun, suara ikonik tersebut perlahan akan menjadi kenangan. Memasuki tahun 2026, tradisi cap stempel paspor manual mulai ditinggalkan oleh banyak negara dan digantikan sistem digital.
Setidaknya 32 negara dikonfirmasi akan menghentikan penggunaan stempel paspor fisik dan beralih ke teknologi Electronic Gate (E-Gates).
Dulu, setiap pelancong yang memasuki wilayah negara lain wajib menerima cap stempel sebagai tanda izin masuk. Kini, proses tersebut dilakukan secara otomatis dan terekam digital.
Dari Tradisi Ikonik ke Teknologi Modern
Meski memiliki nilai historis dan sentimental bagi banyak pelancong, cap stempel manual dinilai kurang efisien.
Prosesnya memakan waktu lama dan sering menimbulkan antrean panjang di area imigrasi. Di era digital seperti sekarang, banyak negara memilih sistem yang lebih cepat dan akurat.
E-Gates merupakan gerbang otomatis yang menggunakan teknologi biometrik, seperti pemindaian paspor elektronik, wajah, iris mata, dan sidik jari. Dengan sistem ini, pemeriksaan imigrasi dapat dilakukan dalam hitungan detik tanpa interaksi langsung dengan petugas.
Menariknya, meski terlihat lebih praktis, pemeriksaan digital justru jauh lebih ketat. Sistem komputer tidak akan meloloskan paspor yang masa berlakunya kurang dari lima bulan atau pelancong yang tidak memiliki otorisasi digital yang sesuai dalam data imigrasi.
32 Negara Siap Tinggalkan Stempel Paspor
Sejumlah negara telah lebih dulu menerapkan E-Gates, sementara 32 negara lainnya dijadwalkan menyusul pada 2026. Berikut beberapa di antaranya:
Meksiko
Meksiko menjadi salah satu negara yang agresif melakukan transformasi digital di sektor imigrasi. Kekacauan antrean di aula imigrasi mulai berkurang setelah negara ini menghapus slip kertas Formulir Imigrasi Berganda (FMM) versi fisik.
Mulai 2026, bandara utama seperti Cancun (CUN), Los Cabos (SJD), Mexico City (AICM), dan Puerto Vallarta (PVR) akan sepenuhnya mengandalkan E-Gates. Teknologi ini berlaku bagi pelancong yang memenuhi syarat, termasuk warga Amerika Serikat dan Kanada.
Prosesnya cukup sederhana. Pelancong memindai paspor, sistem mengambil foto wajah, dan setelah itu izin masuk langsung tercatat secara digital. Tanda terima atau catatan digital akan otomatis tertaut pada data paspor.
Inggris Raya
Inggris Raya juga mengambil langkah besar dengan memperluas sistem Electronic Travel Authorization (ETA). Mulai 25 Februari 2026, ETA akan diwajibkan bagi seluruh pengunjung non-visa.
Dengan sistem ini, pelancong yang memenuhi syarat bisa langsung menuju E-Gates tanpa pemeriksaan manual. Otorisasi digital sepenuhnya menggantikan peran cap stempel fisik yang selama ini menjadi standar imigrasi Inggris.
Singapura
Singapura kembali menunjukkan posisinya sebagai pelopor teknologi. Mulai 30 Januari 2026, negara ini menerapkan sistem pemeriksaan imigrasi bahkan sebelum penumpang naik pesawat.
Status izin masuk penumpang akan diverifikasi secara digital. Jika tidak memenuhi syarat, maskapai berhak menolak penumpang sebelum keberangkatan. Di bandara, sebagian besar pelancong melewati jalur otomatis dengan teknologi pemindaian iris dan pengenalan wajah tanpa stempel paspor.
29 Negara Eropa Zona Schengen
Uni Eropa juga bersiap mengakhiri era stempel paspor manual. Melalui Entry/Exit System (EES), seluruh proses masuk dan keluar wilayah Schengen akan dicatat secara digital mulai 10 April 2026.
Sistem ini telah diluncurkan sejak akhir 2025 dan akan beroperasi penuh di 29 negara Schengen, terdiri dari 25 negara Uni Eropa dan 4 negara non-UE.
Pelancong akan memindai paspor di kios mandiri, memberikan data biometrik, dan “cap” masuk akan tersimpan dalam basis data besar Uni Eropa.
Berikut daftar negara Schengen:
- Austria
- Belanda
- Belgia
- Bulgaria
- Republik Ceko
- Denmark
- Estonia
- Finlandia
- Prancis
- Jerman
- Hungaria
- Islandia
- Italia
- Kroasia
- Latvia
- Liechtenstein
- Lithuania
- Luksemburg
- Malta
- Norwegia
- Polandia
- Portugal
- Rumania
- Slowakia
- Slovenia
- Spanyol
- Swedia
- Swiss
- Yunani
Masa Depan Imigrasi Tanpa Stempel
Dengan penerapan E-Gates dan sistem digital, perjalanan internasional diprediksi akan semakin cepat dan efisien.
Meski sebagian pelancong mungkin merindukan stempel paspor sebagai kenang-kenangan perjalanan, tren global menunjukkan bahwa keamanan, kecepatan, dan akurasi kini menjadi prioritas utama.
Era baru perjalanan internasional pun dimulai—tanpa bunyi cap stempel, tetapi dengan teknologi yang bekerja tanpa kompromi.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















