
BOGORTODAY.COM – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/1/2026).
Aksi ini berlangsung sejak pagi dan berimbas pada penutupan Jalan Medan Merdeka Selatan arah Jalan MH Thamrin untuk kendaraan bermotor.
Aksi yang dilakukan oleh massa dari Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia dipimpin oleh Ketua Umum Cecep Saripudin.
Mereka membawa berbagai tuntutan, termasuk permintaan agar Amerika Serikat membebaskan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, yang menurut mereka saat ini ditahan atau menjadi korban agresi AS.
Cecep mengatakan Venezuela seharusnya diberi kebebasan untuk menjalankan demokrasi tanpa campur tangan negara lain, dan menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran hukum internasional.
Selain itu, massa juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan kecaman resmi terhadap tindakan AS, dengan menegaskan bahwa Venezuela adalah negara yang berdaulat dan berhak menentukan nasibnya sendiri.
Tuntutan lain yang diangkat oleh pengemudi ojol adalah terkait kesejahteraan dan regulasi sektor ojek online di Indonesia. Cecep meminta Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang jelas mengenai regulasi ojol guna memperhatikan nasib dan kesejahteraan para pengemudi yang menurutnya selama ini mengalami potongan biaya dan beban yang “sangat luar biasa”.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan bahwa massa sempat berkumpul di kawasan Monumen Nasional (Monas) sebelum bergerak menuju Kedubes AS.
Aksi ini juga dijaga oleh aparat kepolisian, dengan ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat diterjunkan untuk memastikan keamanan dan kelancaran demonstrasi.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















