BOGORTODAY.COM – Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.
Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan memperbanyak amal kebaikan. Salah satu waktu yang sering mendapat perhatian khusus adalah Jumat terakhir bulan Rajab.
Momen ini kerap dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperbanyak dzikir dan doa sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Lantas, apa saja amalan dzikir dan doa yang dianjurkan pada Jumat terakhir bulan Rajab? Berikut penjelasannya.
Apa yang Dimaksud Jumat Terakhir Bulan Rajab?
Jumat terakhir bulan Rajab adalah hari Jumat yang jatuh pada pekan terakhir bulan Rajab menurut kalender Hijriah.
Karena penentuan tanggal Hijriah mengikuti peredaran bulan, waktu pelaksanaannya dapat berbeda setiap tahun Masehi.
Hari Jumat terakhir ini biasanya bertepatan dengan 27 Rajab, yang juga dikenal sebagai momen peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa agung ini menandai perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis), kemudian dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 1447 H yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Jumat terakhir bulan Rajab pada tahun 2026 jatuh pada 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H.
Bulan Rajab sebagai Bulan Haram
Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 36 yang menjelaskan bahwa terdapat empat bulan haram dalam setahun, di mana umat Islam dilarang menzalimi diri sendiri dan dianjurkan untuk memperbanyak ketakwaan.
Bulan-bulan haram merupakan waktu istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjauhi perbuatan maksiat.
Apakah Jumat Terakhir Bulan Rajab Memiliki Keutamaan Khusus?
Jumat terakhir bulan Rajab memiliki keistimewaan karena menggabungkan dua waktu yang mulia, yakni hari Jumat dan akhir bulan Rajab yang sering bertepatan dengan peringatan Isra Miraj.
Dalam Islam, hari Jumat merupakan hari terbaik dalam sepekan, sementara malam Isra Miraj termasuk malam yang memiliki keutamaan besar. Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan bahwa Jumat adalah hari paling utama sepanjang tahun, dan malam Isra Miraj termasuk waktu istimewa untuk beramal.
Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa malam-malam mulia merupakan “masa terbaik untuk berniaga dalam urusan agama”. Barang siapa menyia-nyiakannya, maka ia akan kehilangan banyak keutamaan.
Amalan yang Dianjurkan di Jumat Terakhir Bulan Rajab
Jumat terakhir bulan Rajab dapat dijadikan momen untuk memperbanyak ibadah. Mengacu pada catatan Imam al-Ghazali, amal kebaikan yang dilakukan pada malam 27 Rajab dipercaya memiliki pahala yang sangat besar.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Menunaikan salat malam sebanyak 12 rakaat pada malam Isra Miraj
- Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali
- Membaca istighfar sebanyak 100 kali
- Berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat
- Melaksanakan puasa sunnah pada pagi harinya
Meski demikian, perlu dipahami bahwa tidak terdapat hadis shahih yang mewajibkan salat khusus pada malam Isra Miraj. Sebagian ulama bahkan menilai salat tertentu pada malam tersebut sebagai bid’ah.
Namun, memperbanyak ibadah secara umum tetap dianjurkan sebagaimana malam-malam lainnya.
Dzikir yang Dianjurkan Dibaca di Jumat Terakhir Bulan Rajab
Salah satu dzikir yang dianjurkan dibaca pada Jumat terakhir bulan Rajab adalah:
“Ahmadu Rasulullahi muhammadur rasulullahi.”
Dzikir ini dibaca sebanyak 35 kali ketika khatib sedang menyampaikan khutbah Jumat kedua. Keutamaan dzikir ini disebutkan dalam kitab Kanzun Najah was Surur karya Syekh Hamid bin Muhammad Ali Quds.
Syekh Ali al-Ajhuri menyebutkan bahwa siapa pun yang membaca dzikir tersebut pada akhir Jumat bulan Rajab, maka rezekinya tidak akan terputus selama setahun. Keterangan ini juga dinukil oleh NU Online.
Bolehkah Membaca Doa Rajab di Jumat Terakhir?
Umat Islam diperbolehkan membaca doa Rajab di Jumat terakhir bulan Rajab. Doa ini tidak bersifat wajib dan tidak memiliki keutamaan khusus, namun tetap bernilai ibadah selama sesuai dengan ajaran Islam.
Salah satu doa yang sering dibaca adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana, wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan.”
Apakah Ada Salat Sunnah Khusus di Jumat Terakhir Bulan Rajab?
Tidak ada salat sunnah yang secara khusus diwajibkan hanya pada Jumat terakhir bulan Rajab. Amalan yang dianjurkan tetap sama seperti Jumat pada umumnya, seperti salat Jumat, tahiyatul masjid, memperbanyak shalawat, dzikir, dan doa.
Namun, terdapat salat sunnah yang dikenal sebagai salat sunnah Rajab, sebagaimana dijelaskan dalam buku Shalat Sunnah: Hikmah & Tuntunan Praktis. Salat ini dikerjakan antara Maghrib dan Isya, terdiri dari dua rakaat, dengan bacaan dan tata cara tertentu.
Meski tidak bersifat wajib, salat sunnah Rajab dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jumat terakhir bulan Rajab merupakan momen yang baik untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak dzikir, doa, dan amal kebaikan.
Meski tidak ada kewajiban ibadah khusus, memanfaatkan waktu mulia ini dengan amal sunnah menjadi bentuk kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sekaligus upaya meraih keberkahan di bulan Rajab yang dimuliakan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















