Luka Batin Wardatina Mawa Belum Pulih Meski Mediasi dengan Insanul Fahmi Digelar

BOGORTODAY.COM Luka mendalam masih dirasakan Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi. Meski pertemuan mediasi telah berlangsung, rasa sakit hati yang membekas di batin Mawa disebut belum juga mereda.

Kondisi tersebut mencerminkan betapa persoalan yang dihadapi bukan sekadar konflik biasa, melainkan menyangkut perasaan terdalam seorang istri.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, yang turut mendampingi kliennya dalam pertemuan tersebut.

Ia menggambarkan kondisi psikologis Wardatina Mawa saat bertemu langsung dengan sang suami. Alih-alih meluapkan emosi atau berbicara panjang lebar, Mawa justru memilih diam.

“Jadi memang benar-benar sangat sakit sekali ya Mawa ini. Jadi ya itu yang dirasakan, jadi kita pahami,” kata Tommy Tri Yunanto saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin.

Dalam pertemuan itu, Insanul Fahmi dikabarkan telah merendahkan egonya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan Wardatina Mawa serta keluarga besarnya.

Namun, permintaan maaf tersebut belum mampu meluluhkan hati sang istri yang masih diliputi luka dan kekecewaan.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

“Walaupun tidak memberikan sepatah kata, tapi setidaknya sudah tidak berseteru lah. Harusnya kan seperti itu karena memang orang yang sudah meminta maaf dengan tulus, sudah merendahkan dirinya untuk egonya juga,” ujar Tommy.

Menurutnya, kondisi psikologis Wardatina Mawa yang masih sangat terpukul membuat para kuasa hukum dari kedua belah pihak sepakat untuk bersikap pasif. Mereka memilih tidak terlalu mencampuri urusan pribadi pasangan tersebut dan memberikan ruang bagi Mawa untuk memproses luka batinnya secara perlahan.

Para pengacara menilai persoalan ini tidak semata-mata berkaitan dengan aspek hukum atau pasal pidana. Lebih dari itu, kasus ini menyangkut perasaan seorang perempuan yang merasa dikhianati dan kehilangan rasa aman dalam rumah tangganya.

“Saya dan kuasa hukumnya Mawa sepakat untuk pasif. Kenapa? Karena yang namanya urusan keluarga walaupun didampingi, karena Mawa yang minta ada pendampingnya. Jadi terpaksa saya hadir pada waktu pertemuan dan pembicaraan yang menyangkut masalah rumah tangga tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Meski masih diliputi amarah dan rasa sakit hati yang mendalam, Wardatina Mawa disebut tetap menunjukkan sikap tegas. Ia mengajukan dua syarat berat yang harus dipenuhi Insanul Fahmi apabila ingin mendapatkan maaf, termasuk pembuktian terkait dugaan nikah siri yang selama ini menjadi ganjalan besar dalam hubungan mereka.

“Kita semua nggak bisa apa-apa karena yang menjalani rumah tangga mereka. Memang masih marah dan masih emosi, jelas itu. Tetapi dalam hal ini ada syarat-syarat yang harus disampaikan kepada Insanul dan Insanul menyanggupi itu semua,” pungkas Tommy.

Situasi ini menunjukkan bahwa proses pemulihan kepercayaan dalam rumah tangga membutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen yang tidak ringan. Bagi Wardatina Mawa, diam bukan berarti memaafkan, melainkan cara untuk bertahan di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================