BOGORTODAY.COM – Banjir masih mengepung sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng). Tingginya genangan air yang belum juga surut membuat aktivitas warga lumpuh. Dalam kondisi tersebut, warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas, mulai dari berobat hingga mengantar anak ke sekolah.
Perawat Pembina Desa dari Puskesmas Jakenan, Yuliati, mengatakan petugas kesehatan harus mendatangi rumah-rumah warga menggunakan perahu karena akses darat masih terendam banjir. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah dan tidak mengungsi meski genangan air cukup tinggi.
“Karena akses jalan sejak 13 Januari 2026 tergenang air cukup tinggi dan warga banyak yang bertahan di rumah, sehingga kami mendatangi mereka menggunakan perahu. Kebetulan pemerintah desa memiliki dua perahu yang bisa dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan,” ujar Yuliati, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia dan warga dengan keluhan kesehatan tertentu. Dalam pelaksanaannya, petugas menemukan berbagai keluhan yang umum muncul saat banjir.
“Keluhan yang banyak ditemui antara lain batuk, pilek, demam, gatal-gatal, pegal-pegal, hingga luka ringan akibat aktivitas di tengah genangan air,” jelasnya.
Selain perawat, bidan desa juga turut dilibatkan dalam pelayanan kesehatan keliling tersebut. Pelayanan bahkan dilakukan hingga malam hari untuk menangani warga yang membutuhkan pertolongan segera.
“Ada juga warga yang terpaksa dirujuk ke Puskesmas Jakenan karena membutuhkan pelayanan lebih lanjut, termasuk yang mengalami cedera ringan akibat terbentur pagar saat beraktivitas di tengah banjir,” tambah Yuliati.
Salah satu warga RT 8 RW 1 Desa Karangrowo, Gini (70), mengaku telah dua kali mendapatkan pemeriksaan kesehatan langsung di rumahnya sejak banjir melanda.
“Sudah didatangi petugas, diperiksa dan diberi obat,” ujarnya.
Sementara itu, Perangkat Desa Karangrowo sekaligus relawan kebencanaan, Mintarjo, menyampaikan bahwa hampir seluruh wilayah desanya terdampak banjir. Dari total 320 kepala keluarga (KK) atau 905 jiwa, sekitar 99 persen rumah warga tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter.
Ia menambahkan, aktivitas warga hingga kini masih sangat terhambat karena akses utama hanya bisa dilalui menggunakan perahu atau getek. Kendaraan bermotor belum dapat masuk ke wilayah desa akibat tingginya genangan air.
“Ketinggian air di jalan masih sekitar 60 sampai 100 sentimeter. Perahu menjadi akses utama warga, termasuk untuk mengantar anak sekolah ke desa tetangga,” ujarnya.
Mintarjo berharap banjir segera surut agar aktivitas masyarakat kembali normal dan risiko munculnya penyakit akibat banjir dapat diminimalkan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















