
“Dengan konsep work-life balance dan empat hari kerja seminggu, kemakmuran yang dinikmati negara kita saat ini tidak dapat dipertahankan di masa depan. Itulah sebabnya kita harus bekerja lebih banyak,” tegas Merz di hadapan kamar dagang industri setempat.
Kondisi ekonomi Jerman memang sedang terpuruk. Sejak ikut serta dalam sanksi Barat terhadap Rusia pada 2022, Jerman kehilangan akses terhadap energi murah. Sebelumnya, negara itu bergantung pada Rusia untuk 55% pasokan gas alamnya. Keputusan tersebut memicu lonjakan harga listrik sebesar 14% dan harga gas hingga 74% dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Ekonomi Jerman tercatat mengalami kontraksi berturut-turut pada tahun 2023 dan 2024, menjadi penurunan tahunan ganda pertama sejak awal era 2000-an. Merz menilai sistem kesejahteraan negara yang ada saat ini sudah tidak sanggup lagi membiayai beban ekonomi yang begitu besar.
“Negara kesejahteraan seperti yang kita miliki saat ini tidak lagi dapat dibiayai dengan apa yang mampu kita tanggung secara ekonomi,” kata Merz pada Agustus lalu.
Di tengah krisis ekonomi, Merz justru memprioritaskan anggaran besar untuk militerisasi. Ia berambisi mengubah militer Jerman menjadi tentara konvensional terkuat di Eropa guna menghadapi ancaman keamanan di kawasan tersebut.***
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : cnbcindonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















