
BOGORTODAY.COM – Layanan transportasi angkutan kota (angkot) di Kota Bogor diprediksi akan mengalami gangguan total pada Kamis (22/1/2026). Ribuan pemilik dan sopir dari 16 trayek berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda, untuk menuntut kejelasan kebijakan transportasi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa massa aksi akan mulai bergerak sejak pagi hari. Selama aksi berlangsung, operasional angkot di wilayah Kota Bogor dipastikan berhenti sementara.
Koordinator aksi, Tri Handoyo, menjelaskan bahwa aksi ini dipicu oleh sejumlah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dinilai mengancam mata pencaharian para sopir dan pemilik armada.
“Kami akan menyampaikan sembilan tuntutan, salah satunya terkait kebijakan penghentian operasional angkot yang telah berusia 20 tahun,” ujar Tri kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).
Tri mengeklaim bahwa para pengusaha angkot sejauh ini telah kooperatif mengikuti program Dinas Perhubungan, seperti reduksi armada, konversi, hingga rerouting. Namun, ia menilai kebijakan lanjutan dari Pemkot Bogor belum disertai dengan solusi yang memadai bagi nasib para pekerja transportasi.
Beberapa poin utama yang diharapkan para pengusaha angkot meliputi pembukaan kembali program peremajaan kendaraan, izin pengoperasian kembali bagi angkot yang berusia di bawah 20 tahun, kejelasan jalur feeder dan penataan ulang trayek. Kemudian, solusi konkret bagi ribuan sopir yang terancam kehilangan mata pencaharian akibat penghentian operasional.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














