Sudah Dihuni Ribuan Jiwa, Kebutuhan PSU di Huntap Cileuksa Sukajaya Masih Mendesak

Hunian tetap di Desa Cileuksa tersebar di empat titik lokasi dengan total 1.042 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.022 unit dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sementara 20 unit lainnya merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (foto:Ilham/Bogortoday)

BOGORTODAY.COM – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan progres.

Namun, di balik rampungnya pembangunan fisik rumah, kebutuhan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) di kawasan huntap masih terus meminta perhatian.

Hunian tetap di Desa Cileuksa tersebar di empat titik lokasi dengan total 1.042 unit rumah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.022 unit dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sementara 20 unit lainnya merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dari data yang dihimpun. Huntap Desa Cileuksa diperuntukkan bagi 1.558 kepala keluarga warga terdampak bencana tahun 2020 silam.

Meski rumah yang dibangun merupakan tipe 36 dan telah dilengkapi fasilitas dasar, sejumlah kebutuhan penunjang permukiman dinilai masih belum optimal. Salah satu yang dikeluhkan warga adalah minimnya penerangan jalan di kawasan huntap.

Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi, mengatakan bahwa secara umum pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana telah berjalan. Namun, masih terdapat sejumlah kebutuhan PSU yang perlu segera dilengkapi agar kawasan huntap benar-benar layak huni.

BACA JUGA :  Beasiswa Kemenpora-LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka, Atlet dan Pelaku Olahraga Berpeluang Kuliah S2-S3 Gratis

Menurut pria yang akrab disapa Apih Ujang ini menyebutkan, hunian tetap di Desa Cileuksa yang telah dihuni ribuan jiwa membutuhkan fasilitas pendukung yang memadai demi menjamin kenyamanan dan keselamatan warga dalam jangka panjang.

Apih Ujang menyebutkan, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan di antaranya penerangan lingkungan, penguatan sumber air bersih, pengelolaan sampah, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), serta fasilitas sosial seperti posyandu dan PAUD.

“Masih membutuhkan air bersih, penampungan sampah, serta lampu-lampu penerangan yang hingga kini belum tersedia di salah satu kawasan huntap di desa kami,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Ia mengatakan, pembangunan TPT, penerangan, hingga penyaluran air bersih sejatinya telah masuk dalam site plan yang sebelumnya disusun oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor.

Oleh karena itu, pihaknya berharap dinas terkait segera merealisasikan pemenuhan PSU tersebut.

“Harapannya, fasilitas pendukung ini bisa segera dipenuhi agar warga yang tinggal di huntap merasa aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” katanya.

Selain itu, Ujang juga menyoroti belum tersedianya penampungan sampah di keempat kawasan huntap yang telah berdiri. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan lingkungan.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade: Musabaqah Adzan Nusantara Jadi Wadah Mencetak Generasi Islami Berkarakter

“Yang paling penting, sampai hari ini seluruh kompleks huntap di sini masih belum memiliki bak sampah,” katanya.

Ujang juga menyampaikan bahwa hingga kini para penghuni huntap masih menunggu kejelasan informasi terkait penyerahan sertifikat rumah. Menurutnya, kepastian hukum kepemilikan menjadi hal penting bagi warga yang telah menempati hunian tetap tersebut.

“Ini juga belum jelas kapan penyerahan sertifikatnya, tapi akan kami kawal sampai semua mendapatkan sertifikat tersebut,” katanya.

Meski demikian, Ujang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas upaya pemulihan pascabencana Sukajaya yang telah dilakukan sejak 2020 lalu.

“Harapan warga di sini, setelah rumahnya sudah dirapikan, kawasan huntap juga bisa dilayakkan sepenuhnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan,” pungkasnya.

Dengan masih tersisa sekitar 150 unit huntap yang direncanakan akan diselesaikan pada tahun ini, warga berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada penyediaan rumah, tetapi juga diiringi dengan pemenuhan fasilitas pendukung yang menyentuh langsung kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================