
BOGORTODAY.COM – Setelah banjir surut dan rumah kembali kering, wajar jika banyak orang langsung membersihkan lumpur dan kotoran yang menempel.
Namun, membersihkan rumah pasca banjir tidak cukup hanya dengan mengepel lantai atau mengelap bagian rumah yang terlihat kotor.
Air banjir sering kali membawa bakteri, virus, serta kotoran dari saluran pembuangan. Bahkan, bahan kimia berbahaya yang tak terlihat oleh mata juga berpotensi ikut terbawa masuk ke dalam rumah.
Berbagai organisme dan kontaminan tersebut dapat memicu masalah kesehatan serius jika tidak ditangani dengan benar.
Oleh karena itu, disinfeksi rumah menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan setelah banjir.
Pembersihan awal memang berfungsi menghilangkan lumpur dan kotoran, tetapi proses disinfeksi bertujuan membunuh mikroorganisme berbahaya yang masih menempel pada lantai, dinding, peralatan rumah tangga, hingga furnitur.
Mengapa Disinfeksi Rumah Setelah Banjir Sangat Penting?
Melansir Environmental Protection Agency (EPA), air banjir bukan sekadar air kotor. Banjir membawa berbagai kontaminan yang berisiko membahayakan kesehatan penghuni rumah.
Selain itu, permukaan rumah yang basah dan hanya dibersihkan dengan air tanpa disinfeksi memungkinkan bakteri, virus, serta jamur tetap bertahan dan berkembang biak dalam kondisi lembap. Jamur bahkan bisa tumbuh dalam waktu 24–48 jam setelah banjir jika tidak ditangani dengan baik.
Langkah Disinfeksi Rumah Pasca Banjir
- Kenakan alat pelindung diri
Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebelum membersihkan dan melakukan disinfeksi, pastikan mengenakan sarung tangan tahan air, masker, kacamata pelindung, serta sepatu boot.
Air banjir dapat terkontaminasi dan berisiko menyebabkan iritasi kulit atau infeksi jika terjadi kontak langsung.
- Bersihkan lumpur dan kotoran terlebih dahulu
Sebelum menggunakan disinfektan, bersihkan sisa lumpur, sampah, dan kotoran dari lantai serta permukaan yang terkena banjir. Gunakan deterjen dan air bersih agar kotoran terangkat dan disinfektan dapat bekerja secara maksimal.
- Gunakan disinfektan yang tepat
Menurut EPA, setelah permukaan benar-benar bersih, gunakan larutan disinfektan sesuai petunjuk.
Pastikan permukaan tetap basah selama beberapa menit agar kuman dapat terbunuh secara efektif. Hindari mencampur disinfektan dengan produk lain karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
- Pastikan ventilasi dan pengeringan optimal
Setelah disinfeksi, buka pintu dan jendela agar sirkulasi udara berjalan baik. Gunakan kipas angin atau dehumidifier untuk mempercepat proses pengeringan dan mencegah pertumbuhan jamur.
- Buang barang yang tidak dapat diselamatkan
Barang-barang seperti karpet, kasur, dan furnitur berbahan kain yang sudah terlalu lama terendam air banjir biasanya sulit dibersihkan secara menyeluruh. Demi kesehatan, pertimbangkan untuk membuang barang-barang tersebut.
Membersihkan rumah pasca banjir bukan hanya soal tampilan bersih, tetapi juga soal keamanan dan kesehatan.
Dengan melakukan disinfeksi secara tepat, rumah dapat terbebas dari bakteri, virus, dan jamur yang tersisa, sehingga kembali menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh penghuni.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















