
Lebih lanjut, politisi tersebut menjelaskan bahwa penyusunan aturan baru ini akan bersifat inklusif dengan melibatkan berbagai organisasi, mulai dari KKSU, Organda, hingga organisasi pengusaha angkutan.
Ia berharap masyarakat dan para sopir dapat membantu pemerintah dalam mengawal regulasi agar aturan yang lahir nantinya dapat diterima oleh semua pihak.
Namun, di tengah komitmen pemerintah tersebut, Jenal memberikan catatan tegas kepada para pengemudi angkot terkait pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta para sopir untuk mulai membenahi etika berkendara, terutama mengenai kebiasaan merokok dan parkir liar yang kerap dikeluhkan warga Bogor.
“Tapi sekali lagi, saya sebagai warga Bogor juga meminta tolong, pengemudi jangan sambil merokok saat membawa penumpang dan tidak berhenti sembarangan atau ngetem yang memicu kemacetan,” tegas Jenal Mutaqin.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pagi tersebut akhirnya berangsur kondusif setelah massa mendapatkan kepastian langsung dari Wakil Wali Kota.
Para sopir berharap janji untuk melibatkan mereka dalam penyusunan Perwali benar-benar ditepati demi keberlangsungan nasib ribuan keluarga yang bergantung pada sektor angkutan umum.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















