
Ia mencontohkan upaya pemerintah melalui program Sekolah Rakyat, yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin. Saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah diresmikan, dan pemerintah menargetkan pembangunan total 500 Sekolah Rakyat ke depan.
Prabowo menegaskan bahwa satu-satunya syarat untuk masuk Sekolah Rakyat adalah berasal dari kelompok masyarakat desil bawah.
“Biasanya, anak-anak dari keluarga mampu yang bersekolah di sekolah berasrama. Tapi sekarang kami membangun sekolah berasrama justru untuk mereka yang sangat miskin,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, di banyak negara berkembang, kondisi sosial-ekonomi sering kali diwariskan lintas generasi.
“Biasanya di negara-negara seperti negara saya, negara-negara global south, negara-negara dunia ketiga yang keluar dari penjajahan selama ratusan tahun, anak dari petani miskin akan menjadi petani miskin. Anak dari pengumpul sampah akan menjadi pengumpul sampah,” ujarnya.
“Anak dari pedagang kaki lima akan menjadi pedagang kaki lima. Anak dari buruh harian di pelabuhan juga akan menjadi buruh harian di pelabuhan. Inilah yang kami sebut sebagai lingkaran kemiskinan. Saya bertekad untuk memutus rantai tersebut,” lanjut Prabowo.
Melalui pembangunan universitas berstandar internasional dan perluasan Sekolah Rakyat, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan yang lebih adil dan menjadi fondasi utama dalam mengentaskan kemiskinan struktural di Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















