
BOGORTODAY.COM – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap rencana pemerintah untuk membangun 10 universitas baru di Indonesia.
Dalam proyek ambisius tersebut, pemerintah tengah menjalin diskusi dan negosiasi dengan sejumlah universitas ternama di Eropa, Inggris Raya, dan Amerika Utara guna menghadirkan kampus berstandar internasional.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berbicara dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Pernyataan tersebut dikutip dari siaran YouTube resmi Prabowo Subianto.
“Saya juga tengah membangun 10 universitas baru dan sedang berdiskusi dan bernegosiasi dengan universitas-universitas terbaik di Eropa, Inggris Raya, dan Amerika Utara untuk menjalin kemitraan dan menghasilkan universitas dan kampus berstandar internasional,” ujar Prabowo.
Menurutnya, pembangunan universitas tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.
Singgung Lingkaran Kemiskinan di Negara Global South
Dalam forum yang sama, Prabowo juga menyinggung persoalan ketimpangan sosial dan lingkaran kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar di negara-negara berkembang atau global south, termasuk Indonesia.
Ia mencontohkan upaya pemerintah melalui program Sekolah Rakyat, yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin. Saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah diresmikan, dan pemerintah menargetkan pembangunan total 500 Sekolah Rakyat ke depan.
Prabowo menegaskan bahwa satu-satunya syarat untuk masuk Sekolah Rakyat adalah berasal dari kelompok masyarakat desil bawah.
“Biasanya, anak-anak dari keluarga mampu yang bersekolah di sekolah berasrama. Tapi sekarang kami membangun sekolah berasrama justru untuk mereka yang sangat miskin,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, di banyak negara berkembang, kondisi sosial-ekonomi sering kali diwariskan lintas generasi.
“Biasanya di negara-negara seperti negara saya, negara-negara global south, negara-negara dunia ketiga yang keluar dari penjajahan selama ratusan tahun, anak dari petani miskin akan menjadi petani miskin. Anak dari pengumpul sampah akan menjadi pengumpul sampah,” ujarnya.
“Anak dari pedagang kaki lima akan menjadi pedagang kaki lima. Anak dari buruh harian di pelabuhan juga akan menjadi buruh harian di pelabuhan. Inilah yang kami sebut sebagai lingkaran kemiskinan. Saya bertekad untuk memutus rantai tersebut,” lanjut Prabowo.
Melalui pembangunan universitas berstandar internasional dan perluasan Sekolah Rakyat, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan yang lebih adil dan menjadi fondasi utama dalam mengentaskan kemiskinan struktural di Indonesia.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















