
Namun, perlu diperhatikan bahwa acar yang dibuat menggunakan cuka bukan sumber probiotik karena tidak mengandung kultur hidup.
- Miso
Miso adalah bumbu khas Jepang yang terbuat dari fermentasi kedelai, garam, dan kultur koji. Makanan ini sering digunakan dalam sup atau sebagai bumbu marinasi.
Menurut Very Well Health, probiotik dalam miso dapat membantu menjaga kesehatan usus dan mengurangi peradangan. Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi miso dalam menurunkan tekanan darah dan mencegah kanker, meski masih memerlukan studi lanjutan.
- Kimchi
Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang dibuat dari sayuran seperti kubis atau lobak, dicampur dengan garam dan berbagai bumbu. Proses fermentasinya menghasilkan probiotik yang mendukung kesehatan usus, sistem imun, hingga kesehatan jantung.
Konsumsi kimchi secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan dalam tubuh.
- Peyeum
Peyeum atau tape singkong adalah makanan fermentasi tradisional dari Jawa Barat. Singkong yang telah dibersihkan diberi ragi lalu difermentasi dalam wadah beralas daun pisang.
Proses ini menghasilkan tape yang lembut dan mengandung bakteri probiotik seperti Lactobacillus dan Lactococcus yang baik untuk kesehatan pencernaan.
- Tape Ketan
Selain singkong, beras ketan juga dapat difermentasi menjadi tape ketan. Proses pembuatannya meliputi pencucian, perendaman, pengukusan, hingga penaburan ragi sebelum disimpan dalam wadah tertutup.
Tape ketan memiliki cita rasa asam-manis khas dan mengandung kultur probiotik yang bermanfaat bagi pencernaan.
Dengan beragam pilihan makanan probiotik tersebut, tak perlu selalu bergantung pada yogurt. Mengonsumsi variasi makanan fermentasi dapat membantu menjaga kesehatan usus sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















