
BOGORTODAY.COM – Perubahan warna bibir menjadi biru atau bahkan keunguan kerap terlihat pada kondisi gawat darurat, salah satunya saat henti jantung.
Meski tampak sepele, tanda ini sebenarnya mencerminkan proses serius yang sedang terjadi di dalam tubuh, khususnya yang berkaitan dengan suplai oksigen dan aliran darah.
Dokter spesialis jantung di Siloam Hospital, dr. Vito Damay, menjelaskan bahwa perubahan warna bibir merupakan sinyal turunnya kadar oksigen dalam darah secara drastis akibat jantung tidak lagi memompa darah dengan efektif.
“Ketika henti jantung terjadi, jantung berhenti memompa darah. Akibatnya, darah tidak mengalir ke paru-paru dan jaringan tubuh sehingga oksigen tidak bisa terdistribusi,” ujar dr. Vito.
Peran Oksigen dalam Perubahan Warna Bibir
Dalam kondisi normal, darah yang kaya oksigen memiliki warna merah cerah. Namun saat jantung berhenti bekerja, darah yang beredar menjadi miskin oksigen sehingga warnanya lebih gelap. Perubahan inilah yang kemudian terlihat dari luar tubuh sebagai warna kebiruan hingga keunguan.
Menurut dr. Vito, bibir menjadi area yang paling jelas menunjukkan perubahan ini karena memiliki banyak pembuluh darah kecil serta lapisan kulit yang tipis.
“Perubahan kadar oksigen dalam darah akan lebih cepat terlihat di bibir dibandingkan bagian tubuh lainnya,” jelasnya.
Aliran Darah ke Kulit Berkurang
Selain faktor oksigen, berkurangnya aliran darah ke kulit juga berperan besar dalam perubahan warna bibir. Saat henti jantung atau ketika tekanan darah turun drastis akibat syok, tubuh secara otomatis mengalihkan aliran darah ke organ-organ vital seperti otak dan jantung.
“Tubuh akan ‘mengorbankan’ kulit demi mempertahankan fungsi organ penting. Aliran darah ke kulit dan ujung jari pun berkurang,” kata dr. Vito.
Kombinasi antara darah yang kekurangan oksigen dan minimnya aliran darah ke permukaan tubuh membuat bibir tampak biru, keunguan, bahkan terasa dingin. Pada kondisi yang lebih berat, gejala ini dapat disertai kulit pucat, lembap, serta muncul keringat dingin.
Sianosis, Tanda Darurat Medis
Dalam dunia medis, perubahan warna kebiruan pada bibir dikenal sebagai sianosis. Kondisi ini merupakan tanda darurat karena menunjukkan jaringan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup.
Dokter mengingatkan, bibir biru atau keunguan tidak boleh diabaikan, terlebih jika muncul bersamaan dengan gejala lain seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, pusing hebat, atau tubuh terasa sangat lemah.
“Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa,” tegas dr. Vito.
Mengenali tanda-tanda awal kondisi darurat seperti perubahan warna bibir dapat membantu seseorang segera mencari pertolongan medis, sehingga risiko fatal bisa diminimalkan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















