
Organ-organ Sistem Ekskresi Manusia
Berikut organ-organ yang berperan dalam menjalankan sistem ekskresi pada manusia.
- Kulit
Kulit berfungsi sebagai organ ekskresi dengan cara mengeluarkan keringat. Keringat mengandung air, garam mineral, urea, asam, serta sisa metabolisme lainnya.
Proses ekskresi pada kulit berlangsung sebagai berikut:
- Hipotalamus sebagai pusat pengatur suhu tubuh menerima rangsangan, misalnya akibat perubahan suhu lingkungan.
- Rangsangan diteruskan melalui saraf simpatetik menuju kelenjar keringat.
- Kelenjar keringat menyerap air, ion, garam, dan urea dari kapiler darah.
- Keringat dialirkan ke permukaan kulit melalui pori-pori.
- Keringat menguap dan menyerap panas, sehingga suhu tubuh kembali normal.
- Paru-paru
Paru-paru berperan dalam sistem ekskresi dengan mengeluarkan karbon dioksida dan uap air sebagai hasil dari proses respirasi.
Urutan proses ekskresi pada paru-paru adalah sebagai berikut:
- Oksigen masuk ke alveolus dan berdifusi ke kapiler darah.
- Oksigen diangkut oleh darah ke seluruh jaringan tubuh.
- Sel-sel tubuh menghasilkan karbon dioksida sebagai sisa metabolisme.
- Karbon dioksida dibawa kembali ke paru-paru melalui darah.
- Gas tersebut dikeluarkan bersama uap air saat proses pernapasan.
- Ginjal
Ginjal merupakan organ utama dalam sistem ekskresi yang berfungsi menyaring darah dan menghasilkan urine. Urine mengandung air, garam, urea, serta urobilin yang memberi warna kuning dan bau khas pada urine.
Proses ekskresi ginjal berlangsung melalui tahapan berikut:
- Darah disaring oleh nefron di ginjal.
- Hasil penyaringan awal berupa urine primer mengalir ke tubulus proksimal.
- Zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh, seperti glukosa, asam amino, dan ion tertentu, diserap kembali.
- Sisa penyaringan menjadi urine sekunder yang mengalir melalui lengkung Henle ke tubulus distal.
- Setelah proses penyaringan lanjutan, terbentuk urine sesungguhnya.
- Urine mengalir ke pelvis renalis, ureter, lalu ditampung di kandung kemih.
- Saat kandung kemih penuh, urine dikeluarkan melalui uretra.
- Hati
Hati juga berperan dalam sistem ekskresi, terutama dalam pengolahan zat sisa metabolisme, seperti urea, racun, dan pigmen empedu.
Proses ekskresi di hati meliputi:
- Sel-sel hati merombak sel darah merah yang telah tua atau rusak.
- Hemoglobin dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin.
- Zat besi dikembalikan ke sumsum tulang untuk pembentukan sel darah merah baru.
- Hemin diubah menjadi pigmen empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin.
- Pigmen empedu dialirkan ke usus dua belas jari dan diubah menjadi urobilin.
- Urobilin dikeluarkan melalui feses, sementara sebagian lainnya dikeluarkan melalui urine.
Sistem ekskresi manusia memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh.
Dengan berfungsinya kulit, paru-paru, ginjal, dan hati secara optimal, zat-zat sisa metabolisme dapat dikeluarkan dengan baik sehingga tubuh terhindar dari racun dan penyakit.
Demikian penjelasan mengenai sistem ekskresi manusia. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan. Selamat belajar!
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















