
Pencemaran tersebut diduga menyebabkan ribuan ikan mati dan berdampak langsung terhadap warga sekitar. Selain menimbulkan bau menyengat, usaha keramba milik warga setempat juga mengalami kerugian.
“Ikan di keramba masyarakat mati. Bangkai ikan itu menimbulkan bau menyengat hampir dua hari dan sangat mengganggu warga,” kata Aditia.
Menurut dia, peristiwa tersebut juga sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi warga di sekitar Situ Citongtut. Padahal, kawasan tersebut selama ini menjadi ruang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dua sampai tiga hari terakhir ekonomi mati. Biasanya ada pemancing, pedagang umpan, tukang lumut, sampai penjual kopi. Semua sepi,” ujarnya.
Aditia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait serius mendalami penyebab kematian massal ikan di Situ Citongtut. Ia menilai warga sudah lelah dengan persoalan pencemaran yang terus berulang tanpa penyelesaian tuntas.
“Yang terjadi selama ini hanya harapan palsu bagi masyarakat. Harapan saya satu, kerja yang benar,” ujar Aditia.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















