Calon Deputi Gubernur BI Tommy Djiwandono Tegaskan Sudah Mundur dari Partai Gerindra

Tommy
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono atau yang akrab disapa Tommy. (Foto: Dok YpuTube DPR RI)

BOGORTODAY.COM Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono atau yang akrab disapa Tommy, menegaskan bahwa dirinya telah resmi mengundurkan diri dari Partai Gerindra.

Tommy menegaskan bahwa saat ini ia sudah tidak lagi berstatus sebagai Bendahara Umum Gerindra.

Pernyataan tersebut disampaikan Tommy saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI di ruang rapat Komisi XI DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Pernyataan ini muncul setelah anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar, Muhidin Said, mempertanyakan status keanggotaan Tommy dalam partai.

Sudah Tidak Menjabat Bendum Sejak Maret 2025

Tommy menjelaskan bahwa sejak Maret 2025, ia sudah tidak lagi menjabat sebagai Bendahara Umum Gerindra. Ia mengaku mengundurkan diri dari posisi tersebut ketika masih menjabat di Kementerian Keuangan.

“Yang perlu saya klarifikasi yang paling dini pertanyaan Pak Muhidin dari Partai Golkar, apakah saya masih menjabat sebagai Bendahara Umum, jawabannya tidak dan itu sejak Maret 2025 di mana saya sudah tidak lagi (jadi Bendum),” kata Tommy.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Genjot Infrastruktur Kabupaten Bogor, Integrasikan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

Ia menambahkan, keputusan mundur tersebut diambil karena ia sudah menjalani tugas selama 17 tahun dan menilai perlu adanya regenerasi.

“Saya waktu itu memutuskan meminta izin juga karena waktu itu masih di Kemenkeu, saya minta izin tidak menjadi Bendahara Umum, karena saya sudah 17 tahun, jadi perlu ada regenerasi,” sambungnya.

Resmi Bukan Anggota Gerindra per 31 Desember 2025

Lebih jauh, Thomas menegaskan bahwa dirinya telah resmi bukan lagi anggota Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap independensi Bank Indonesia serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Menambah itu saya juga bukan anggota Gerindra per 31 Desember tahun ini (2025), dan ini adalah komitmen saya terhadap independensi Bank Indonesia, tapi kedua rasa profesionalisme saya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jaro Ade Tegaskan Pemkab Bogor Dukung Pengendalian Alih Fungsi Lahan

Tommy menyebut klarifikasi ini penting disampaikan secara terbuka karena adanya informasi simpang siur di publik.

“Jadi itu yang perlu saya garis bawahi, terima kasih sudah beri saya kesempatan karena berita di luar sana simpang siur,” ujarnya.

DPR Minta Bukti Pengunduran Diri, Tommy Tunjukkan Surat Resmi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun meminta agar Tommy melampirkan bukti bahwa dirinya sudah bukan kader Gerindra. Tommy pun kemudian menunjukkan bukti tersebut.

“Bisa dilampirkan suratnya? Ini penting Pak supaya klarifikasi ini datang dari Bapak dengan dokumen resmi,” kata Misbakhun.

“Resmi Pak resmi dari surat pengunduran diri saya dan dari DPP Gerindra,” kata Tommy sambil menunjukkan suratnya.

Dengan penegasan dan bukti resmi yang ditunjukkan, Tommy berharap polemik terkait status keanggotaan partainya bisa dihentikan dan fokus uji kelayakan Deputi Gubernur BI dapat berjalan tanpa gangguan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================