
BOGORTODAY.COM – Harga emas Antam kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pada perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026), harga emas Antam 24 karat melonjak signifikan sebesar Rp 30.000 per gram ke level Rp 2.917.000 per gram.
Kenaikan tajam ini melanjutkan tren penguatan harga emas yang sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Mengacu pada laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas dengan satuan terkecil 0,5 gram hari ini berada di angka Rp 1.508.500.
Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual seharga Rp 28.665.000 dan ukuran terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram dibanderol Rp 2.857.600.000.
Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp 2.705.000 hingga Rp 2.917.000 per gram. Dalam periode satu bulan terakhir, harga emas juga menunjukkan penguatan signifikan dengan rentang Rp 2.488.000 hingga Rp 2.917.000 per gram.
Harga Buyback Ikut Naik
Tak hanya harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami kenaikan. Hari ini, harga buyback naik Rp 28.000 per gram menjadi Rp 2.750.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan bagi masyarakat yang ingin menjual emas batangan ke Antam.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback emas dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat proses buyback dilakukan.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar lengkap harga emas Antam per Senin (26/1/2026):
- Emas 0,5 gram: Rp 1.508.500
- Emas 1 gram: Rp 2.917.000
- Emas 2 gram: Rp 5.774.000
- Emas 3 gram: Rp 8.636.000
- Emas 5 gram: Rp 14.360.000
- Emas 10 gram: Rp 28.665.000
- Emas 25 gram: Rp 71.537.000
- Emas 50 gram: Rp 142.995.000
- Emas 100 gram: Rp 285.912.000
- Emas 250 gram: Rp 714.515.000
- Emas 500 gram: Rp 1.428.820.000
- Emas 1.000 gram: Rp 2.857.600.000
Demikian rincian harga emas Antam hari ini untuk ukuran 1 gram hingga 1.000 gram. Kenaikan harga ini semakin mengukuhkan emas sebagai salah satu instrumen investasi favorit di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















